Subscribe Us

BUKAN SEKADAR MUSIM KERING, KARHUTLA ADALAH BUAH SERAKAH KAPITALISME



#Popro (Pojok Propagandis)


Vivisualiterasi.com - Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang setiap tahun kerap disederhanakan sebagai dampak musim kemarau. Padahal, fenomena ini merupakan akibat nyata dari keserakahan sistem kapitalisme. Asap pekat yang dihasilkan memicu krisis kesehatan berat, seperti ISPA, yang mengancam seluruh warga. Semua ini terjadi karena pembukaan lahan secara masif terus diizinkan demi keuntungan korporasi tanpa memedulikan keselamatan manusia maupun ekosistem.

Pemerintah sejauh ini hanya memosisikan diri sebagai "pemadam kebakaran" di hilir dan pemberi imbauan medis ala kadarnya, seperti meminta warga mengenakan masker atau berdiam diri di rumah. Respons yang sebatas seremonial ini melepaskan tanggung jawab negara atas perlindungan lingkungan dan menyerahkan seluruh beban krisis kesehatan langsung ke pundak keluarga. Dengan tetap memberikan izin eksplorasi lahan yang merusak alam, pemerintah secara tidak langsung membiarkan masa depan kesehatan generasi mendatang terus terancam demi melapangkan jalan bagi kepentingan pemilik modal.

Untuk menghentikan lingkaran setan ini, dibutuhkan paradigma baru yang berani mencabut akar masalah perusakan lingkungan. Dalam pandangan Islam, hutan merupakan kepemilikan umum (al-milkiyyah al-‘ammah) yang haram diprivatisasi dan dieksploitasi demi segelintir korporasi. Negara wajib bertindak sebagai pelindung rakyat (junnah) dengan menindak tegas para pelaku pembakaran melalui sanksi berat (ta‘zir), menghentikan izin eksplorasi yang merusak ekosistem, serta menjamin fasilitas kesehatan dan air bersih gratis agar beban domestik masyarakat tidak makin terhimpit.[] Putri Dwijayanti (Aktivis Peduli Generasi)

Posting Komentar

0 Komentar