#Popro (Pojok Propagandis)
Vivisualiterasi.com - Wajar jika pengangguran terus bertambah karena dalam sistem kapitalisme negara tidak berperan menjadi raa'in (pengurus dan penanggung jawab) terhadap rakyat. Negara hanya berperan sebagai regulator. Masalah lapangan pekerjaan sepenuhnya diserahkan kepada pasar, yaitu swasta.
Indeks keberhasilan ekonomi hanya dilihat dari seberapa besar modal yang terakumulasi. Sementara itu, para pemilik modal akan berjalan dengan prinsip ekonominya: dengan modal sekecil-kecilnya mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Akibatnya, pihak pekerja sering kali menjadi pihak yang dirugikan, sementara pemilik modal mendapatkan keuntungan yang besar.
Berbeda dengan Islam yang menjadikan tolok ukur kesejahteraan individu sebagai keberhasilan ekonomi. Negara akan hadir sebagai raa'in, menjamin ketersediaan lapangan pekerjaan, dan juga mengatur hubungan antara pekerja dan pemilik modal.
Sumber daya strategis seperti minyak, gas, tambang, hutan, dan air yang merupakan kepemilikan umum akan dikelola oleh negara. Dari sini akan terbuka lapangan pekerjaan yang luas. Negara juga akan hadir manakala terjadi pemutusan hubungan kerja. Bahkan, negara juga tidak segan memberikan modal usaha kepada rakyatnya jika diperlukan. Hal ini dijalankan berdasarkan prinsip yang telah diatur oleh syariat.[] Ulif Fitriana


0 Komentar