#Popro (Pojok Propagandis)
Vivisualiterasi.com - Salah bicara adalah kesalahan fatal bagi seorang pemimpin. Sudah selayaknya pemimpin harus bertanggung jawab atas kesalahannya. Namun, sudah berkali-kali terjadi, jika pemimpin yang bersalah, hukuman justru jatuh kepada yang menyebarkan kesalahan tersebut. Ini bukan langkah untuk menjaga kestabilan negara.
Salah ucap kali ini lebih berbahaya karena dampaknya tidak hanya kepada internal negara. Beberapa negara harus melakukan klarifikasi atas ucapan beliau yang terbilang ngawur. Jika hal seperti ini diteruskan, entah negara mana lagi yang akan disinggung. Begitulah jika negeri ini masih menganut sistem yang sama. Sebutannya demokrasi, tetapi penerapannya seperti kepemimpinan absolut milik para kapitalis.
Berbeda jauh dari sistem Islam, yang pemimpinnya disaring tidak hanya berdasarkan keahlian dalam bidang agama, tetapi juga kompetensi dalam memahami arah politik negara ke depannya. Entah sampai kapan kita akan dipimpin oleh nahkoda yang tidak bisa membaca arah mata angin. Pilihan ada di tangan kita.[] Aubi Atmarini Aiza (Novelis)


0 Komentar