#Popro (Pojok Propagandis)
Vivisualiterasi.com - Banyak pihak yang memandang Gen Z secara kurang proporsional (underrated). Padahal, Gen Z memiliki berbagai potensi dan karakteristik unik yang membedakannya dari generasi sebelumnya. Memang, Gen Z tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Mereka juga lahir di tengah krisis multidimensi yang melanda dunia, mulai dari pandemi, krisis ekonomi, keamanan, bullying, dan sebagainya. Selain itu, kehidupan dalam tatanan sekuler kapitalistik telah menjauhkan mereka dari fitrah sebagai hamba serta membajak potensi mereka sebagai pemuda agen perubahan. Akibatnya, Gen Z dilanda kecemasan, kehilangan jati diri, dan rentan mengalami gangguan mental.
Akan tetapi, di sisi lain banyak pihak memprediksi bahwa Gen Z yang memiliki sikap kritis dan melek teknologi akan mampu bangkit membawa perubahan bagi umat. Manuel Castells, sosiolog asal Spanyol, menjelaskan bahwa masyarakat yang terhubung melalui jaringan digital memungkinkan munculnya gerakan sosial baru yang dapat berkembang dengan cepat. Gen Z merupakan generasi yang paling akrab dengan pola ini.
Tentunya, kebangkitan dan perubahan sistem tidak bisa mengandalkan hanya pada satu generasi saja. Dibutuhkan sinergi yang solid antargenerasi agar dapat saling melengkapi dan menguatkan. Hal itu dimulai dengan menyelaraskan visi dan misi kebangkitan dan perubahan.[] Ulif Fitriana


0 Komentar