Subscribe Us

POLEMIK KDMP, BUAH DARI KAPITALISME



#Popro (Pojok Propagandis)


Vivisualiterasi.com - Program 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) digagas pemerintah untuk menggerakkan ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan. Namun pelaksanaannya menuai polemik. Lokasi koperasi kurang strategis, mekanisme belum jelas, muncul dugaan penyimpangan proyek, hingga pelatihan calon manajer yang menewaskan lima peserta. Kondisi ini menunjukkan pembangunan yang tidak berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat berisiko gagal dan sepi partisipasi.

Berbagai persoalan tersebut tidak lepas dari karakter sistem kapitalisme yang kerap melahirkan proyek besar beranggaran besar tetapi manfaatnya tidak dirasakan rakyat. Kompleksitas pengelolaan dan lemahnya pengawasan membuka peluang inefisiensi, praktik rente, hingga korupsi. Akibatnya kebijakan seperti ini lebih menguntungkan pemegang kekuasaan dan pemilik modal, sementara persoalan mendasar seperti lapangan kerja, kemiskinan, dan pemerataan kesejahteraan belum terselesaikan.

Dalam pandangan Islam, pembangunan ekonomi harus berorientasi pada pemenuhan kebutuhan rakyat, bukan mengejar target proyek. Negara wajib menjadi pelayan rakyat dengan mengelola harta milik umum secara amanah, membuka lapangan kerja, dan memastikan distribusi kekayaan yang adil. Penerapan syariat Islam secara menyeluruh diyakini mampu membangun ekonomi kuat dari hulunya, sehingga kesejahteraan lahir dari sistem yang adil, menyeluruh, dan berkelanjutan.[] Muliana, S.Pd.

Posting Komentar

0 Komentar