Subscribe Us

TAHUN BARU ISLAM, MOMENTUM MEWUJUDKAN KHAIRU UMMAH


#Popro (Pojok Propagandis)


Vivisualiterasi.com - Peringatan 1 Muharam sebagai Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian angka pada kalender Hijriah. Momen ini merupakan simbol harapan akan datangnya keberkahan, ketenangan, dan kehidupan yang lebih baik. Sayangnya, harapan tersebut harus berbenturan dengan kenyataan pelik saat ini. Di dalam negeri, umat masih dihantam berbagai persoalan yang tak kunjung usai, seperti kemiskinan struktural, pengangguran, kenaikan harga BBM, dan melemahnya nilai rupiah. Pada saat yang sama, kerusakan generasi semakin mengkhawatirkan dengan maraknya judi daring, perundungan (bullying), kekerasan, hingga pelecehan seksual. Sementara itu, di kancah internasional, genosida di Gaza terus berlangsung. Umat Muslim dibiarkan mati kelaparan, sementara para penguasa negeri-negeri Muslim memilih bersikap pasif tanpa tindakan nyata untuk mengirimkan pasukan.

Merebaknya berbagai penderitaan yang menimpa umat saat ini bukanlah takdir yang harus diterima secara pasif. Kondisi tersebut merupakan buah dari penerapan sistem sekuler-kapitalisme yang rusak. Halal dan haram tidak lagi menjadi pakem dalam bertindak maupun menentukan kebijakan. Sebaliknya, materilah yang menjadi penggerak utama segala sesuatu, termasuk dalam pengurusan urusan umat.

Peringatan 1 Muharam seharusnya menjadi titik balik untuk berhijrah dari sistem yang kufur menuju sistem yang mampu mengantarkan umat kepada kebangkitan, yaitu Islam kafah, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah saw. bersama para sahabat. Hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat berdakwah, tetapi juga sebagai awal terbentuknya tatanan kehidupan yang lebih terjaga, terlindungi, dan terjamin melalui penerapan Islam secara menyeluruh. Dengan demikian, kualitas generasi akan semakin baik dan cita-cita mewujudkan khairu ummah (umat terbaik) akan semakin dekat untuk diraih.[] Indah Puspasari, S.E. (Aktivis Muslimah Jogja)

Posting Komentar

0 Komentar