#Popro (Pojok Propagandis)
Vivisualiterasi.com - Muharram mengingatkan kita pada momen hijrah Rasulullah saw. yang meninggalkan kampung halaman demi berdakwah menegakkan Islam. Bukan sekadar berpindah tempat, tetapi berpindah dari kebatilan menuju kebenaran. Seharusnya momen ini menjadi titik balik untuk bermuhasabah atas problematika umat: kemiskinan struktural, perundungan, pengangguran, korupsi, krisis ekonomi, eksploitasi seksual, dan kekerasan. Bahkan permasalahan global, genosida di Palestina masih dalam nestapa di tengah pemimpin negeri-negeri muslim yang tak kunjung melakukan aksi nyata.
Seluruh problematika hari ini berawal dari diterapkannya sistem kapitalisme sekularisme. Halal-haram digantikan oleh standar kemanfaatan. Termasuk lemahnya umat Islam yang terpecah belah karena negara bangsa dan ketiadaan khilafah sebagai pemersatu.
Muharram seharusnya menjadi momentum refleksi bahwa hijrah hakiki adalah berjuang dari sistem kufur atau kapitalisme sekularisme menuju sistem Islam, sebagaimana perjuangan Rasulullah saw., para sahabat, dan generasi setelahnya. Hakikatnya umat Islam wajib berjuang bersama jemaah dakwah Islam ideologis yang mengikuti jejak Rasulullah saw. untuk menegakkan kembali Islam secara kaffah.[] Sinta Lestari (Pegiat Literasi dan Aktivis Dakwah)


0 Komentar