Subscribe Us

MENGATASI PROBLEMATIKA UMAT DENGAN SYARIAH

Oleh: Aldzikratul Rachma Sondeng, A. Md. Kom 
‎(Muslimah Cinta Qur'an Sultra) 

Vivisualiterasi.com- ‎‎‎Kita melihat dalam sistem sekuler, walaupun sudah beberapa kali melakukan pergantian Pemimpin, akan tetapi problematika umat tak dapat terselesaikan dengan tuntas. Bahkan semakin diganti kepemimpinan, semakin banyak permasalahan yang terjadi. 
‎Sebenarnya apa yang salah dari hal demikian? Sebab jika dilihat problematika umat saat ini tak kunjung usai. Bahkan semakin meningkat setiap tahunnya. 
‎Apakah kesalahan ada pada sistem atau pada individu pemimpin? Namun bukankah juga sudah beberapa kali mengganti pemimpin, namun keadaan masih tetap sama? Lalu dimana kesalahannya? 
‎Tahukah kita mengapa hal demikian bisa terjadi? Sebab satu hal yang perlu kita ketahui, bahwa seribu kalipun kita mengganti pemimpin, tapi sistem yang berlaku atau yang diemban masih tetap sama, yakni sistem sekuler (pemisahan agama dari kehidupan), maka jangan berharap promblemtika umat akan terselesaikan dengan tuntas. 
‎Sebab apa? Sebab pemimpin yang adil dan bertakwa tidak akan lahir dari sistem rusak seperti yang kita emban pada saat ini. Karena sistem ini benar-benar menjadikan manusianya jauh dari ketaatan kepada sang Pencipta. Sebagai mana namanya, yakni memisahkan agama dari kehidupan. 
‎Masyarakat rusak sebab tidak memiliki malu dan jauh dari aturan Allah. Problematika umat akan terus terjadi sebab tidak adanya hukum yang membuat pelaku jera. Kedzaliman terjadi di mana-mana sebab tak adanya junah sebagai tempat berlindung. 
‎Seperti saat ini kita melihat gimana banyaknya terjadi kasus pelecehan seksual, pembunuhan, perampokan, penculikan anak, kasus bullying, budir, korupsi, narkoba, judol, pinjol, kekacauan, penindasan, penyerangan, kemiskinan yang kian meningkat, pendidikan yang semakin mahal dan masih banyak lagi kasus lainnya. 
‎Hal demikian sangat miris, dan pastinya membuat kita sangat geram menyaksikan. Apalagi saat kita tak bisa berbuat apa-apa dalam hal tersebut. Seperti yang kita lihat saudara kita di Palestina, kita hanya bisa menjadi penonton menyaksikan gimana saudara kita ditindas. 
‎Selain itu kita melihat, kasus pembunuhan yang terjadi di negeri kita ini terus terjadi, terlebih pelakunya tak lain adalah orang terdekat. Baru-baru ini terjadi lagi kasus pembunuhan kepada seorang istri, pelaku adalah suami dari korban itu sendiri. Tanpa rasa bersalah pelaku memutilasi istrinya sebab dimulai dari cekcok yang terjadi pada keduanya. 
‎Kita menyaksikan banyaknya kasus pelecehan, tidak hanya terjadi pada lingkungan umum. Bahkan dalam lingkungan Pesantren Modern pun terjadi kasus pelecehan yang dilakukan oleh pemimpin pondok. 
‎Bukan kah ini sangat miris, tempat yang seharusnya aman bagi orang tua menitipkan anaknya dalam menuntut ilmu agama, namun menjadi tempat yang sangat menakutkan serta berbahaya untuk sang buah hati. Maka tak heran jika banyak orang tua yang merasa ragu, bahkan merasa dilema menyekolahkan anaknya di lingkungan Pesantren. 
‎Jelas orang tua sangat kecewa dan terpuruk, terlebih santri yang menjadi korban. Pastinya mengalami trauma yang begitu dalam sehingga menghantam jiwa pun mental mereka. 
‎Padahal bukan Ponpesnya yang salah, namun kesalahan ada pada penerapan hukum, itulah yang pertama. Sebab dengan hukum yang berlaku saat ini, benar-benar tidak membuat pelaku jera. Sehingga manusianya tidak takut berbuat kejahatan demi memenuhi hawa nafsu mereka. Dan yang kedua adalah kesalahan individu yang tak bisa mengendalikan hawa nafsu. 
‎Selalu itu, Kasus bullying yang terjadi khususnya di dunia pendidikan terus meningkat. Bahkan sampai menghilangkan nyawa, seperti kasus yang terjadi di Malaysia beberapa bulan lalu, seorang siswi yang dibully teman-temannya hingga tewas. 
‎Kasus tersebut bukan sekedar bully, namun sudah melakukan pembunuhan secara berencana. Dan mirisnya pelakunya adalah para remaja, jelas membuat kita tak habis pikir. 
‎Begitu pun dengan kasus Budir, di Sulawesi Tenggara saja bunuh diri sudah banyak berlangsung. Seakan bunuh diri itu adalah cara untuk menyelesaikan masalah. Sebab beban kehidupan yang tak sanggup dihadapi. Sehingga mengambil jalan pintas yang dimurkai Allah. 
‎Jika memaparkan satu persatu, sangat melelahkan hati melihat segala problematika saat ini. Seakan hati ingin memberontak, namun apalah daya jika kita hanya bisa menyaksikan kedzaliman yang terjadi. 
‎Oleh karena itu, dengan banyaknya problematika umat saat ini. Walaupun seribu kali mengganti pemimpin, hasilnya akan tetap sama. Sebab bagaikan mobil rusak, seribu kalipun ganti sopir, jika mesinnya tak diganti. Maka siapapun sopirnya akan mogok juga mobil tersebut. 
‎Karena dari itu, dalam mengatasi problematika saat ini, maka yang diganti bukan hanya pemimpinnya. Namun yang diganti adalah penerapan sistem. 
‎Melihat lemahnya penerapan sistem yang berlaku saat ini, maka sistem yang pantas diterapkan adalah penerapan sistem syari'ah Islam. Sebab hanya dengan sistem Islamlah yang dapat menyelesaikan problematika umat saat ini. Hanya dengan sistem Islam yang dapat memberikan solusi tuntas atas segala permasalahan yang kini terjadi. 
‎Sebab sistem Islam, merupakan hukum yang wajib diterapkan. Hukumnya bersumber dari Al-Quran dan sunah, sehingga tidak akan ada celah dalam penerapannya. Kecuali individunya yang membuat celah. 
‎Namun, sepanjang sejarah Islam. Dari masa Rasulullah hingga berakhirnya kekhilafahan di Turki Utsmani pada tahun 1924. Kasus yang terjadi bisa dihitung jari. Dibandingkan saat ini, setiap kasus bisa terjadi ratusan hingga ribuan kasus. Maka dari itu, Islam adalah satu-satunya hukum yang mampu mengatasi segala problematika umat saat ini. Wallahu'alam Bis-Shawab.[Irw]




Posting Komentar

0 Komentar