#Popro (Pojok Propagandis)
Vivisualiterasi.com - Miris, angka perundungan terus meningkat dari tahun ke tahun. Tidak hanya kekerasan verbal, tetapi juga kekerasan fisik yang bisa menghilangkan nyawa seseorang. Tidak adanya mekanisme yang dapat memberantas perilaku ini dari akarnya, kurangnya keseriusan berbagai pihak untuk menyelesaikan masalah ini, serta lemahnya peradilan dan hukum menunjukkan kegagalan sistem hari ini, yaitu kapitalisme, dalam memberikan jaminan keamanan dan pendidikan.
Akar masalah perundungan adalah pemisahan agama dari kehidupan, termasuk dalam pendidikan, pergaulan, dan hukum. Akibatnya, keimanan yang bisa menjadi benteng terbaik bagi individu hilang, dan kebebasan berperilaku pun makin menjadi-jadi. Tidak hanya itu, sistem peradilan dan hukum yang ada tidak dapat menjalankan fungsinya sebagai pemberi efek jera dan pemutus rantai perundungan.
Sering kali hukum tidak bisa berbuat apa-apa jika pelaku perundungan masih di bawah umur, yaitu 18 tahun. Padahal, sejatinya kedewasaan tidak dapat dipatok pada usia tertentu, melainkan harus dilihat juga dari kondisi biologis seseorang. Tidak hanya itu, hukum dalam sistem kapitalisme juga tebang pilih dalam menyelesaikan masalah. Sudah menjadi rahasia umum, hukum tumpul jika berhadapan dengan uang dan kekuasaan.[] Ulif Fitriana


0 Komentar