Subscribe Us

REFLEKSI HARDIKNAS: WAJAH DUNIA PENDIDIKAN KIAN SURAM & MEMPRIHATINKAN

Oleh Anita Kasim
(Aktivis Dakwah)
 

Vivisualiterasi.com- 
Setiap bulan Mei, tepatnya 2 Mei 2026 menjadi hari penting yaitu hari pendidikan Nasional yang ke 118. Hardiknas tahun ini mengusung tema “menguatkan partisipasi semesta, mewujudkan pendidikan berkualitas untuk semua” dengan makna agar mampu mendoring semua pihak untuk terlibat secara aktif baik pemerintah, orang tua masyarakat, industri dalam menerapkan ekosistem pendidikan yang berkualitas. Yang bertujuan agar anak didik mendapatkan pendidikan yang inklusif, merata dan berkualitas bagi seluruh rakya

Tapi pada faktanya pendidikan saat ini banyak para peserta didik yang tidak mencerminkan orang yang terdidik dan bermoral, banyak sekali peserta didik yang terjerat banyak kasus, seperti kasus mengungkap secara seksual, kekerasan, maraknya joki UTBK, kejadian dalam ujian, bahkan sampai pengedaran Narkoba di kalangan pelajar dan pelajar serta banyak juga kita jumpai para peserta didik yang tidak lagi memiliki rasa hormat terhadap para tenaga pendidik atau guru-guru mereka, sepertinya tidak memiliki belas kasih dan rasa terima kasih atas yang telah guru mereka berikan, para peserta didik jadi,, membully, bahkan memenjarakan guru hanya karena memarahi atau menghukum karena kesalahan peserta didik itu sendiri yang tidak taat akan aturan sekolah yang telah tetapkan.
Kasus kekerasan di lembaga pendidikan terus meningkat dan semakin menakutkan. Hasil pemantauan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia menunjukkan, terdapat 233 kasus kekerasan di lingkungan pendidikan dalam tiga bulan terakhir.

Kasus terbaru adalah kesimpulan terungkap di dalam grup aplikasi pesan oleh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI). Sebanyak 16 mahasiswa FHUI diduga menjadi pelaku misterius tersebut. Sebanyak 16 pelaku itu dihadirkan dalam forum yang berisi ratusan pelajar hingga Selasa dini hari. (Kompas.id 14/4/2026)

Fakta diatas hanya sebagian kecil dari ratusan kasus yang ada di dlam dunia pendidikan dan dari fakta diatas bisa kita simpulkan bahwa nayatanya dunia pendidikan hari ini Makin buram dan memprihatinkan, banyak peserta didik yang tidak lagi memiliki moral dan sikap yang baik, mengapa demikian?

Kegagalan implementasi arah atau peta jalan pendidikan yang menghasilkan pelajar yang krisis kepribadiannya. Kasus kekerasan di lembaga pendidikan terus meningkat dan semakin menakutkan. Hasil pemantauan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia menunjukkan, terdapat 233 kasus kekerasan di lingkungan pendidikan dalam tiga bulan terakhir.Kasus terbaru adalah dugaan terungkap secara seksual di dalam grup aplikasi pesan oleh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI). 

Peserta didik pada sistem sekulerisme kapitalistisme akan menghasilkan output orang-orang yang ingin sukses dengan cara yang instan tanpa mau belajar dan berusaha secara serius, juga menghasilkan orang-orang yang akan menghalalkan segala macam cara demi mendapatkan keuntungan dalam jumlah yang besar yang sya pribadi biasa menyebut dengan para “Intelektual Lacur” mereka yang mengejar gelar hanya agar bisa mendapatkan keuntungan materi tak jarang pula mereka yg di intelektual yg kita pikir memeliki pengetahuan di bidangnya masing-masing” adalah orang-orang yang tdak pernah benar-benar belajar dengan sungguh-sungguh mereka hanya mengadalkan uang sja dan bukan kemampuan.

Setiap tahun Hardiknas yang di rayakan seharusnya menjadi refleksi bagi kita semua baik itu tenaga pendidik,peserta didik, orang tua, pemerintah, masyarakat dan juga institut-institusi yg terkait, untuk ikut andi andil dalan pendidikan anak bangsa, karena pendidikan tdak hanya di bangku sekolah saja tapi pendidikan bisa di dpatkan dlan segala lini kehidupan.
Lalu langkah apa yang harus diambil untuk memperbaiki sistem pendidikan saat ini ?

Mari kita Merujuk pada sistem pendidikan islam yang dimana Pendidikan Islam fokus pada pembentukan karakter (syakhsiyah Islamiyah) dimana pelajar harus memiliki keselarasan antara pola pikir dan pola sikapnya.
Pendidikan menjadi topik yang menarik untuk dikaji karena hal ini berangkat dari kekecawaan kepada mereka yang memiliki hak istimewa untuk belajar di universitas, kepada mereka para pendidik-pendidik yang harusnya mampu menghasilkan lulusan-lulusan terbaik yang berintegritas dan berkarakter.

Karena pada kenyataannya hampir 50% waktu yang para pelajar habiskan di sekolah yang sangat berpengaruh pada pembentukan karakter, karakter bagi para pelajar adalah hal yang penting karena pembentukan karakter pada pelajar membantu mereka memahami perkembangan diri secara emosional, perkembangan kognitif, perkembangan moral,sosial, dan spiritual,sehingga mereka tdak lagi menjadi pribadi yang terombang-ambing di tengah maraknya kasus krisis indentitas yang di alami para remaja kisaran usia 10-20 tahun.

Pendidikan seharusnya menciptakan pribadi yang berintegritas, sebagaimana yang terjadi pada masa dimana Islam masih berjaya, dimana aturan-aturan hidup hanya berpedoman pada Al-Quran dan sunnah. Sistem pendidikan Islam memiliki karakter istimewa diantaranya:

-Sebagai satu kesatuan dengan seluruh sistem Islam yakni sebagai petunjuk agar manusia berbuat amal ma'ruf nahi munkar, penerapan sistem pendidikan khilafah menjadikannya terbebas dari paham dari luar kapitalisme, sekularisme dan isme-isme yang lain, serta penuh dengan nilai-nilai spiritual, akhlak, dan kemanusian. Ini yang menjadi kunci untuk menciptakan linkungan belajar yang aman, nyaman, dan terhormat.

-Sifat tujuan utama keberadaan masyarakat Islam yang diterapkan secara praktis sistem pendidikan khilfah akan menjadikan lingkungan pendidikan terliputi berbagai tujuan mulia yakni, menjaga kelestarian ras manusia,akal,dan kemuliaan jiwa manusia. Inilah puncak tujuan masyarakat Islam sebagai ketentuan dari Allah SWT. Serta berhati-hati dalam pelaksanaan syariat;tdak menoleransi pelanggaran syariat sekecil apapun serta memberikan sanksi sesuai dengan hokum yang telah Allah SWT tetapkan yang sudah jelas akan memberikan efek jera pada pelaku pelanggaran terhadap aturan-aturan Allah SWT.

-Menanamkan akidah Islam yang sesuai dengan fitrah manusia dan yang mampu memuaskan akal untuk membangun kepribadian Islam (aqlyah dan nafsiah) para pelajar, serta untuk mempersiapkan agar di antara mereka lahir para ulama yang ahli di setiap aspek kehidupan yang melingkupinya.
Inilah yang menjadi alasan mengapa para pelajar pada masa kejayaan Islam adalah org yang memiliki karakter dan integritas yang tidak main-main sma hal nya seperti Muhammad Al-Fatih yang dididik secara tegas oleh guru nya yakni Syekh Ahmad bin Ismail Al-Qurani yang memiliki strategi dan kesabaran yang berhasil membentuk karakter Al-fatih, sehingga mampu menaklukan konstantinopel dengan strategi yang sangat ciamik dan cerdas.

Mengapa fakta-fakta diatas bisa terjadi, sebagaimana yang telah dijelaskan di awal bahwasanya sistem pendidikan modern di zaman sekarang sudah tidak memiliki karakter istimewa. dimanapada masa kejayaan Islam penanaman tauhid dan akidah Islam diajarkan sejak dini oleh para pendidik yang memiliki kepribadian Islam secara kaffah mereka benar-benar mengamalkan apa yang ada dlam Al-Quran dan Sunnah tanpa mencampurkan ideologi islam dengan ideologi lain yang notabene nya adalah ideologi buatan manusia, sebagaimana telah Allah SWT firmankan dalam Surah Luqman ayat 13, dalam ayat ini di jelaskan untuk memperingati umat muslim untuk tdak menyekutukan Allah dan sungguh perbuatan itu adalah perbuatan yang sangat dzalim.sistem pemerintahan saat ini cukup ambil andil besar dlam bobroknya sistem pendidikan tak hanya dalam aspek pendidikan tapi seluruh aspek kehidupan masyarakat, maka dari itu bukanlah ideologi-ideologi buatan manusia itu yang kita jadikan peraturan untuk diri sendiri maupun bernegara kecuali hanya Islamlah yang mampu mengurusi semua urusan ummat dari semua aspek kehidupan karena hanya islamlah agama yang tdak hanya untuk umat Islam sja tapi juga Rahmatan li'alamin yaitu rahmat bagi seluruh alam semesta (QS Al-Anbiya' ayat 10). 

Wallahu'alam bissawwab.j

Posting Komentar

0 Komentar