Subscribe Us

PENDIDIKAN MAKIN BURAM, NASIB GENERASI MAKIN SURAM



Oleh Mulyaningsih
(Pemerhati Masalah Anak dan Keluarga) 


Vivisualiterasi.com - Bulan kelima adalah bulan dengan peringatan hari nasional beruntun. Sebagaimana yang diketahui, May Day jatuh pada 1 Mei dan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei. Peringatan di tahun ini pun rasanya belum mampu menggali akar persoalan yang menimpa sistem pendidikan serta kaum buruh di negeri ini. Nyatanya pendidikan di tahun ini sama seperti sebelumnya, selalu muncul persoalan demi persoalan, masih saja berkutat dengan problem yang sama. Termasuk juga para buruh, berada pada ujung tanduk yang setiap saat bisa saja jatuh.

Sebagaimana dikutip dari kumparan.com bahwa salah seorang pelajar bernama Ilham Dwi Saputra (16) dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit karena luka berat yang dideritanya. Ilham ternyata dikeroyok secara sadis dan brutal oleh lima orang. Para pelaku melakukan pemukulan memakai paralon dan menggilas tubuh korban berulang kali dengan sepeda motor. 

Di sisi lain, dua pelajar SMA di Parungpanjang-Bogor mendapat teror penyiraman air keras saat pulang sekolah. Polisi telah menyelidiki kasus tersebut dengan mengerahkan beberapa anggotanya. (news.detik.com, 21/04/2026) 

Ada pula kecurangan yang dilakukan pada saat UTBK-SNBT 2026. Kasusnya adalah temuan praktik perjokian. Dua kampus besar di Jawa Timur yaitu Universitas Airlangga (Unair) serta Universitas Negeri Surabaya (Unesa) telah melaporkan adanya upaya kecurangan dari peserta. Panitia berhasil mengamankan seorang joki yang diduga akan mengikuti ujian di Unesa. (detiknews.com) 

Fakta di atas adalah secuil dari persoalan sistem pendidikan di negeri ini dan masih banyak yang lainnya. Ini mengkonfirmasikan kepada kita bahwa pendidikan di negeri ini sedang tidak baik-baik saja. Seharusnya evaluasi terus dilakukan untuk mengetahui akar permasalahan sesungguhnya. Jika akarnya belum ditemukan maka wajar saja jika persoalan demi persoalan akan terus muncul dan tidak ada penyelesaian tuntasnya. 

Seharusnya kita berpikir lebih mendalam serta menyeluruh terkait dengan hal di atas. Bahwa semua bisa terjadi lantaran sistem yang ditetapkan saat ini benar-benar tak mampu menyelesaikannya. Sedari dulu pendidikan hanya ibarat formalitas individu untuk mendapatkan gelar serta jabatan (kerja), tak lagi berpikir bahwa pendidikan adalah sesuatu kebutuhan yang memang harus kita ambil dan manfaatkan dengan baik. Sehingga kita dapati bahwa lulusan dari pendidikan saat ini hanya ingin meraih nilai serta selembar kertas untuk modal bekerja. Hanya itu tujuan dari bersekolah, tidak ada tujuan lainnya. Semua itu karena didikan kapitalis sekuler yang benar-benar mencekoki individu muslim untuk sekadar mengetahui akan ilmu, tidak sampai pada menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Itulah adanya saat ini, bahwa pendidikan bak transfer ilmu semata tanpa mengetahui adab yang ada di dalam diri siswanya. Kembali, sangat wajar jika sikap yang terbentuk semaunya sendiri dan tidak berkaca pada aturan Islam. 

Tentu akan berbeda ketika Islam hadir dalam kehidupan. Semua akan berporos pada akidah sebagai dasar atas segala sesuatu. Termasuk pula dalam hal pendidikan, akidah bahkan wajib untuk menjadi kurikulum yang harus ada dalam setiap jenjang. Dengan begitu, setiap siswa akan punya dasar keimanan yang kokoh serta menguasai keilmuan yang diberikan di bangku sekolah. Layaknya seperti para tokoh muslim yang memberikan cahaya terang untuk Islam. Bahwa mereka kuat dari sisi akidah dan sangat menguasai ilmu sains. Dan akhirnya bisa sampai menemukan sesuatu yang bermanfaat untuk umat. Itulah yang seharusnya dicontoh oleh generasi serta negara saat ini. Muara yang sama harusnya ada, dengan konsep akidah serta menguasai sebuah keilmuan. Dengan begitu, kemajuan teknologi tidak akan pernah menjadi ancaman serius bagi generasi karena sudah terbingkai oleh Islam. Tidak seperti sekarang yang sebenarnya amat rapuh ketika menghadapi kemajuan di bidang teknologi. 

Negara dalam wujud daulah Islam tentunya berperan sangat serius dan menjadi pemeran utama ketika membina para individu muslim, karena hal ini adalah kewajiban yang nantinya akan dimintai pertanggungjawaban. Termasuk pula menyediakan sisi pendidikan dengan sarana dan fasilitas yang terbaik, dan memberikan upah yang sepadan kepada seluruh guru yang ada. Sebab Islam begitu menghargai jasa dari para guru. Bahkan dalam daulah Islam guru digaji dengan nilai yang fantastis, tidak seperti sekarang ini. Dengan begitu maka semua akan maksimal menjalankan amanah yang ada di pundaknya masing-masing. 

Alhasil, hanya dengan sistem Islam lah pendidikan akan berada pada titik terbaik. Dan InsyaAllah akan menghasilkan generasi yang kuat iman lagi tangguh untuk menghadapi tantangan perkembangan teknologi yang ada. Satu lagi, generasi yang tentunya akan mempunyai adab yang sesuai dengan hukum syarak (Islam). Semua akan berada pada versi terbaik ketika sistem yang diterapkan sesuai dengan aturan Allah. Nasib generasi pun akan selamat dan kuat jika berada pada sistem terbaik, yaitu Islam. Wallahu a'lam.[]

Posting Komentar

0 Komentar