Subscribe Us

KRISIS ADAB DAN MORAL DALAM KUNGKUNGAN KAPITALISME


Oleh Heriani
(Pena Ideologis Maros)


Vivisualiterasi.com - Tanggal 2 Mei adalah hari yang ditetapkan sebagai peringatan pendidikan nasional yang tiap tahun dirayakan. Namun dibalik perayaan hari pendidikan nasional ini, ada suatu kenyataan buram dan memprihatinkan yang menimpa dunia pendidikan sampai saat ini. Pendidikan yang buram disebabkan banyaknya faktor masalah yang tiada habisnya hingga ke tahap rusaknya moral kemanusiaan. 

Di antara kasus kerusakan moral dalam pendidikan yang terjadi tahun ini adalah kasus pelajar tewas dikeroyok dan dilindas (kumparan.com), kasus kecurangan UTBK-SNBT semakin kompleks (medcom.id), kasus jerat narkoba melilit anak dan mahasiswa (pusiknaspolri.go.id), kasus perilaku pelajar menghina (tribunnews.com), dan masih banyak lagi berbagai macam kasus kerusakan yang kebablasan di dunia pendidikan.

Terkait hal ini, hari pendidikan nasional sungguh dalam keadaan ironis dan tidak baik-baik saja. Maka dari itu, tentunya menjadi suatu alarm keras bagi semua pihak untuk memperbaiki kembali kondisi buruk dunia pendidikan hari ini yang semakin kacau dan jauh dari arah tujuan pendidikan sesungguhnya.

Dari fakta yang terpampang jelas, ini menunjukkan kegagalan implementasi arah/peta jalan pendidikan sehingga menghasilkan pelajar yang mengalami krisis kepribadian dan justru lebih cenderung kepada sekuler dan liberal, sehingga jauh dari predikat intelektual yang beradab dan bermoral.

Tabiat Pendidikan Kapitalisme

Kerusakan dunia pendidikan hari ini tidak lain hasil dari sistem sekuler kapitalisme, yang merupakan akar dari segala permasalahan yang menggurita dalam dunia pendidikan. Sistem pendidikan kapitalisme pun menghasilkan output orang-orang yang ingin sukses instan tanpa mau berusaha secara serius serta melahirkan orang-orang menghalalkan segala cara demi mendapatkan kepuasan dalam meraup keuntungan.

Adapun tindakan kasus kriminal yang terjadi dalam dunia pendidikan, disebabkan karena lemahnya sanksi negara bagi pelaku yang masih berstatus pelajar. Negara memandang bahwa status pelajar masih dalam kategori di bawah umur, sehingga menoleransi kriminalitas yang dilakukan dan menganggap hanya sebagai kenakalan anak semata.

Karena itu, tidak heran bila kasus-kasus kriminal terlestari dalam pendidikan, sebab tidak adanya sanksi tegas sebagai bentuk pencegahan dan pengentasan sebuah permasalahan. Selain itu, minimnya pendidikan nilai-nilai agama dalam sistem sekuler kapitalisme, memperluas ruang kebebasan yang akhirnya mengikis moral dan kepribadian, bahkan mudah terseret tindak kejahatan dan kemaksiatan.

Inilah tabiat asli dari pendidikan sistem kapitalisme yang alih-alih melahirkan generasi intelektual cemerlang suatu bangsa, tapi justru hanya bisa mencetak bibit generasi rusak yang jauh dari kata memajukan.

Ketenteraman Pendidikan Islam

Dalam pandangan Islam menuntut ilmu adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim.
Rasulullah SAW bersabda:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ"

Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah).

Dari hadis Rasulullah SAW tersebut, menyampaikan bahwa setiap muslim wajib untuk menuntut ilmu. Dalam Islam, sistem pendidikan dipandang sangat penting dan mendasar dalam kehidupan. Maka negara Islam yang dipimpin oleh sang Khalifah, wajib menjamin seluruh pemenuhannya dengan kualitas dan fasilitas yang sempurna untuk umat. 

Metode sistem pendidikan Islam, terlebih dahulu mengutamakan penanaman akidah bagi setiap pelajar, supaya menghasilkan insan kamil yang cerdas sekaligus bertakwa sehingga tidak berani melakukan kecurangan demi meraih kesuksesan secara instan.

Selain itu, kesempurnaan sistem pendidikan Islam bukan hanya berfokus pada pencarian tsaqofah semata, tetapi juga berfokus pada pembentukan karakter (syakhsiyah Islamiyyah) dimana pelajar harus memiliki keselarasan antara pola pikir dan pola sikapnya.

Adapun penerapan sistem sanksi dalam sistem Islam bersifat tegas dan berefek jera bagi para pelaku kriminal tidak terkecuali sorang pelajar. Maka dengan begitu, para pelaku kriminal dalam pendidikan sistem Islam akan sangat langka ditemukan, disebabkan adanya pengentasan yang efektif terkait suatu permasalahan.

Dengan demikian pendidikan dalam negara Islam akan membangun suasana hidup yang penuh ketakwaan sekaligus mendorong setiap orang untuk berlomba-lomba melakukan amal kebaikan. Inilah ketenteraman sejati dalam sistem pendidikan Islam. Karena itu, satu-satunya cara untuk melahirkan generasi emas yang bertakwa dan memberi kemajuan untuk umat adalah dengan menerapkan sistem Islam di bawah naungan Khilafah Islamiyyah. Wallahu a'lam Bisshawab.[]


Posting Komentar

0 Komentar