Subscribe Us

GAZA, DIHANCURKAN & DIBLOKADE : URGENSI PENEGAKKAN PERISAI UMAT


Oleh Hyrnanda Sila
(Aktivis Dakwah Muslimah) 

Vivisualiterasi.com-Sampai hari ini, masalah Gaza masih belum terselesaikan. Serangan demi serang terus dilancarkan, kecaman dari dunia seakan tak dihiraukan oleh para zionis Israel laknatullah. Mereka semakin membabi-buta Gaza tanpa ampun. Hingga beberapa hari yang lalu zionis kembali melakukan aksinya dengan menyita kapal-kapal pembawa bantuan kemanusiaan menuju gaza di perairan international dekat wilayah Yunani. 

Dilansir dari Kompas.com, gerakan manusia internasional Global Sumud Flotilla menyebut militer Israel telah menculik 211 aktivis dalam operasi di perairan internasional dekat Pulau Kreta, Yunani, pada Kamis (30/4/2026). Global Sumud Flotilla merupakan koalisi aktivis kemanusiaan internasional yang membawa bantuan untuk menembus blokade Israel di Gaza. Dikabarkan bahwa beberapa diantaranya mengalami luka-luka, Komite Global Sumud Flotilla mengatakan mereka yang terluka termasuk aktivis dari berbagai negara, antara lain empat dari Selandia Baru dan Australia; tiga dari Italia dan Amerika Serikat; dua dari Kanada, Belanda, Spanyol, Inggris, Kolombia, dan Jerman; serta satu dari Hungaria, Ukraina, Prancis, Polandia, dan Portugal. Salah satu diantarannya adalah Saif Abukeshek, warga negara Spanyol keturunan Palestina, dan warga Brasil Thiago Avila, dihadapi dengan kekerasan oleh tentara Israel. (Minanews.net,02/05/2026) 

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Israel mencoba menjustifikasi penahanan tersebut dengan menuding Abukeshek sebagai anggota utama Palestinian National Conference Abroad (PCPA). Israel, mengutip klaim Amerika Serikat, menuduh organisasi itu beroperasi di bawah arahan kelompok Hamas.(inilah.com, 03/05/2026)

Namun, diplomat top Spanyol itu langsung mematahkan narasi sepihak tersebut. Albares menegaskan bahwa tuduhan berat itu hanya klaim kosong yang tidak bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.
"Israel tidak pernah menunjukkan bukti apa pun terkait hubungan Abukeshek dengan Hamas," tegas Albares, menelanjangi lemahnya dalih penahanan warganya.

Pelanggaran Israel, Keprihatinan Terhadap Gaza

Bukan hanya dari kelompok kemanusiaan saja yang menjadi korban tetapi juga para jurnalistik. OHCHR telah memverifikasi kematian hampir 300 jurnalis sejak Oktober 2023, ketika Zionis Israel mulai meluncurkan agresi ke Gaza. Dan serangan Israel selama 2 tahun di Gaza yang menewaskan lebih dari 72.000 orang dan melukai 172.000 lainnya, serta menghancurkan 90% infrastruktur sipil.

Jika kita telusuri lebih dalam apa yang dilakukan oleh zionis Israel sudah sangat melanggar aturan. Melakukan pembantaian dan blokade terhadap Palestina adalah suatu tindakan yang tidak manusiawi dan melanggar. Melakukan pencegahan pemberian bantuan terhadap Palestina oleh Global Sumud Flotilla di perairan Internasional juga pelanggaran dan masih banyak pelanggaran yang dilakukan oleh mereka. Ini menunjukkan bukti nyata bahwa entitas Zionis tidak mengenal batas dalam melanggengkan blokade atas Gaza. 
Mereka melakukan berbagai cara untuk menghalalkan apa yang diperbuatnya, dan mengklaim apa yang dilakukannya itu adalah tindakan yang benar. 

Sering kali melabeli "teroris" yang digunakannya untuk melegitimasi agresi mereka, padahal itu adalah justifikasi palsu yang telah berulang kali digunakan Zionis untuk mengkriminalisasi setiap bentuk solidaritas terhadap Palestina. 
Di sisi lain, negeri-negeri Muslim tidak ada satu pun yang mengirimkan angkatan lautnya untuk melindungi kapal-kapal tersebut. Ini membuktikan bahwa sistem negara-bangsa (nation-state) yang ada hari ini tidak dirancang untuk melindungi umat Islam, tetapi menjaga eksistensi Zionis.

Akar masalahnya adalah tidak adanya negara yang berdiri atas landasan akidah Islam, sehingga negeri-negeri Muslim termasuk Palestina menjadi sasaran penjajah Kapitalis-Barat. Karena mengambil sistem nation-state, negeri-negeri muslim kerap hanya memperdulikan negaranya saja tanpa berpikir panjang bahwa membebaskan Palestina adalah suatu kewajiban ketika kita menyadari bahwa mereka adalah saudara sesama muslim yang harusnya saling menyayangi dan mengasihi. 

Seperti sabda Rasulullah SAW : "Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi di antara mereka adalah ibarat satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)." (HR Muslim No 4685)

Tetapi sistem hari ini justru membatasinya dan membuat kaum muslim mulai jauh dari pemahaman Islam. Ini menunjukkan pengaruh barat sudah mendominasi kaum muslim. Jadi sudah sangat jelas sekali bahwa sistem hari ini tidak menjamin dan dijadikan solusi atas setiap permasalahan. Buktinya sampai saat ini permasalahan konflik antara Paletina-Israel tidak terselesaikan dengan baik, bahkan solusi dari PBB berpihak pada Israel sebab kekuatan tertinggi ada pada Amerika Serikat yang memiliki hak veto melindungi Israel. Dan kaum muslim tidak akan bisa berbuat apa-apa jika mengandalkan solusi sistem hari ini.

Urgensi Menegakkan Perisai Umat 

Sudah saatnya kaum muslim sadar dan bersatu untuk melindungi dan membebaskan kaum muslim di Gaza. Karena Gaza merupakan bagian dari tanah kaum Muslimin yang wajib dilindungi. Membiarkan blokade ini berlanjut tanpa tindakan nyata adalah suatu kemungkaran yang wajib diubah dengan kemampuan tertinggi yang dimiliki umat. Satu-satunya institusi yang secara syar'i memiliki kewenangan dan kewajiban untuk melindungi jiwa-jiwa kaum Muslimin yang ditindas kekuatan zalim adalah dengan jihad fii sabilillah. 

Jihad fii sabilillah tentu dengan cara yang benar, jika seperti kasus Palestina hari ini, diperangi, dihancurkan dan diblokade serta telah berhadapan langsung dengan kaum kafir, maka sudah seharusnya menyeru kepada jihad. 

Apabila kalian bertemu dengan orang-orang yang kafir (di medan perang), maka pukullah batang leher mereka. Selanjutnya apabila kalian telah mengalahkan mereka, tawanlah mereka. Setelah itu kalian boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang selesai. Demikianlah, dan sekiranya Allah menghendaki niscaya Dia membinasakan mereka, tetapi Dia hendak menguji sebagian kalian satu sama lain. Orang-orang yang gugur di jalan Allah, Dia tidak menyia-nyiakan amal mereka.” (QS.Muhammad ayat 4)

Hal ini akan terwujud bila Khilafah Islamiyyah tegak. Olehnya itu, perjuangan mewujudkan Khilafah adalah kewajiban yang harus ditempuh umat, membangun kepemimpinan politik Islam yang bertumpu pada ideologi yang sahih.  Jika penyitaan kapal-kapal yang dilakukan zionis Israel merespon kemarahan umat, maka kemarahan itu harus diarahkan dengan benar bukan sekadar pada kecaman dan keprihatinan, melainkan pada kesadaran mendalam pentingnya aktivitas dakwah mengikuti metode perjuangan Rasulullah dalam mewujudkan Khilafah sebagai perisai (junnah). Wallahu'alam bishowab.

Posting Komentar

0 Komentar