#Popro (Pojok Propagandis)
Vivisualiterasi.com - Pelecehan seksual secara verbal sebenarnya bisa kita temukan hampir setiap hari. Mulai dari tongkrongan Bapak-bapak atau Ibu-ibu di pinggir jalan sampai di media sosial. Pelecehan seksual baik secara verbal ataupun non verbal sudah kita sepakati sebagai pelanggaran hukum dan kesalahan, tidak ada alasan yang bisa membenarkannya.
Lalu, bagaimana jika pelakunya adalah anak-anak dan para pelaku penegak hukum?
Di sinilah masalahnya. Demokrasi yang diterapkan oleh negerinini saja sebenarnya sudah tidak beres. Mulai dari aturan yang tabrak sana-sini, sampai korupsi yang juga menyentuh lahan hukum yang harusnya tetap hijau. Potensi permainan hukum, sangat besar di sana. Jadi, tidak bisa diharapkan kalau kekerasan seksual bisa selesai di sistem ini.
Sangat berbeda dengan sistem Islam. Di dalam Islam, pelecehan seksual akan dikenai sanksi yang sangat berat. Bukan hanya menghukum pelaku, tapi berefek jera pada seluruh rakyat yang tinggal di sana. Jadi, selama menggunakan sistem yang sekarang diterapkan, potensi terjadinya pelanggaran hukum berulang akan terus ada. Wallahu a'lam bisawab.[] Aubi Atmarini Aiza


0 Komentar