Aksi yang dimulai pukul 13.00 WITA ini menyoroti beberapa alasan mendasar penolakan terhadap keterlibatan Indonesia dalam BoP.
Orator aksi, Aji Sukman, menegaskan bahwa Indonesia memiliki kewajiban moral karena Palestina merupakan salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan RI. Bergabungnya Indonesia ke BoP dinilai sebagai bentuk pengkhianatan terhadap sejarah tersebut.
Aliansi menuntut pemerintah tetap konsisten pada prinsip politik luar negeri yang anti-penjajahan dan tidak tunduk pada komando negara adidaya seperti Amerika Serikat.
Orator lainnya, Taufik, menekankan bahwa solusi atas persoalan Palestina adalah solidaritas nyata umat Islam, bukan justru menjalin hubungan diplomasi dengan pihak yang dinilai sebagai penjajah.
Meskipun berlangsung di tengah suasana bulan suci Ramadan dengan tensi tuntutan yang tinggi, aksi tetap berjalan kondusif hingga pukul 15.00 WITA. Selain berorasi, massa juga melakukan kampanye edukatif melalui poster-poster yang ditujukan kepada pengguna jalan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai ancaman intervensi asing.
Pihak aliansi menyatakan akan terus melakukan konsolidasi kekuatan hingga pemerintah secara resmi menyatakan keluar dari Board of Peace dan kembali pada kedaulatan politik yang independen.[]





0 Komentar