Oleh Larasati Putri Nasir
(Publisher Vivisualiterasi)
Vivisualiterasi.com - Kehidupan generasi hari ini sangat banyak diwarnai fenomena luar biasa yang tak terjadi di generasi sebelumnya bahkan. Generasi muda kerap terlibat pada tindak kriminal yang di dasari pada bahkan hanya karena perasaan atau cinta belaka hingga sampai bisa melukai dan membuat nyawa korbannya melayang. "Cinta di tolak, kapak bertindak" kira-kira seperti itu yang bisa di gambarkan dari kejadian yang Seorang mahasiswi menjadi korban pembacokan di Kampus Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Korban dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka berat di bagian kepala.
Naasnya, motif pelaku melakukan ini sebab pelaku menyimpan perasaan kepada korban saat mereka sedang menjalankan KKN. Fakta ini tak bisa memalingkan kita bahwa generasi kini dekat melakukan aktivitas kekerasan.
Life Style Free Generasi
Cepatnya arus informasi dari semua platform sosial media, tak bisa dipungkiri menjadi sebab pengadopsian gaya hidup oleh generasi remaja hari ini. Ditambah minimnya filter yang di miliki oleh para pemuda untuk melihat yang baik dan buruk, standar pemuda bukan lagi itu melainkan "tren" yang membuat makin liberalnya kehidupan remaja.
Pemuda yang memiliki banyak rasa ingin tahu dan kemauan untuk mencoba hal baru membuat mereka melakukan eksplorasi hal baru. Contoh dari sosial media remaja erat dengan promosi kehidupan sosial yang rusak seperti pacaran yang membuat ia terjerumus lingkaran setan pergaulan bebas.
Gaya pacaran pemuda hari ini tak hanya semata rasa cinta atau perasaan tetapi sudah menjurus pada perilaku yang lebih berisiko. Mulai dari melakukan kekerasan, pelecehan seksual hingga aktivitas seksual di luar nikah dan banyak lagi.
Ini menunjukkan paham liberal berhasil log-in dan di instal oleh generasi. Pemikiran ini berasal dari sistem sekulerisme yang mengakibatkan banyak kerusakan dan generasi nirakhlak. RIP atas moral dan etika para pemuda, algoritma sekulerisme membuat nilai kebebasan dan kemudahan jadi pedoman. Terciptalah generasi yang membuat cemas hingga masa depan yang buram.
Solusi Fundamental
Masalah generasi yang berulang ini tak akan selesai dengan menyelesaikan masalahnya saja. Sebab ini merupakan satu kejadian struktural bukan sekedar individual. Ini harus diselesaikan dengan cara terstruktur dan sistematis yaitu penerapan sistem yang sesuai dengan fitrah penjagaan manusia. Log-out sistem sekulerisme liberal dan log-in sistem Islam.
Mengembalikan fungsi negara yang memiliki kekuatan juga kekuasaan untuk menjadi penjaga generasi sesungguhnya, yang tak hanya bereaksi ketika ada kasus namun juga mengeleminasi kejadian pelanggaran syariat.
Pengaturan negara berbasis Islam berlandaskan akidah Islam secara struktural dalam menjaga generasi:
1. Pendidikan
Syekh atha' bin Khalil Abu Rasytah dalam kitab at-ta'ljm FII daulah al-khilafah bahwa tujuan pendidikan adalah membentuk kepribadian islami dan membekali peserta didik dengan ilmu dan pengetahuan yang berhubungan dengan kehidupan. Ini merupakan standar yang jelas dalam pendidikan dalam sistem Islam.
Negara menerapkan sistem pendidikan berbasis akidah dan pondasi iman yang terbentuk dari hasil penerapan ini menjadi landasan pembentukan kepribadian. Standar keberhasilan pendidikan bukan sekedar angka nilai yang tinggi tetapi tercapai individu yang bertakwa.
2. Keluarga
Sebagai kontruksi bangunan terkecil dan awal pendidikan generasi. Pondasi ini amat sangat penting dan berpengaruh untuk keberhasilan pendidikan di tingkat selanjutnya. Pada ranah keluarga, anak-anak akan didik,dibina, dibimbing dan di tanamkan pemahaman akidah.
Pemahaman ini yang akan menjadi filter bagi pemuda dan generasi dalam bertindak dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari dan masa depan mereka. Mereka akan memiliki pegangan tolak ukur perbuatan bukan kesenangan tapi ketetapan syariat. Ini menjadi alarm otomatis bagi tiap pribadi pemuda yang menjaga generasi.
3. Mengatur regulasi
Akan di berlakukan undang-undang yang mengatur penyebaran informasi sesuai dengan hukum syariat. Hal ini dimaksudkan agar terbangun masyarakat yang islami, sejalan dengan dakwah yakni menyebarkan kebaikan. Selain itu dalam melanjutkan penyebaran dakwah lebih masif, dengan terciptanya masyarakat yang senantiasa mengingatkan pada kebaikan akan mencegah perbuatan keburukan, menjadi penjagaan terbaik bagi generasi.
Sehingga tak ada ruang untuk informasi sampah atau keburukan yang menjadi di konsumsi masyarakat yang memungkinkan terjadinya pelanggaran.
4. Sanksi
Sanksi tegas bagi siapa saja yang melanggar hukum syariat, kejahatan yang membahayakan orang lain juga merusak masyarakat. Termasuk aktivitas pacaran hingga jatuh pada perbuatan kriminal seperti pembunuhan akan ditindak tegas oleh negara.
Semua mekanisme ini akan memberikan penjagaan terhadap generasi sebab negara menjalankan fungsinya sebagai raa'in yakni pelayanan, pelindung dan pengawas. Dari kerangka solusi struktural ini akan melahirkan generasi beriman, berkepribadian Islam, berilmu lagi berakhlak.
Kejadian yang hadir hari ini harusnya membukakan umat untuk beralih pada tuntunan syariat untuk mewujudkan masa depan generasi yang gemilang.


0 Komentar