Subscribe Us

PENJAJAHAN ISRAEL DERITA BAGI WARGA PALESTINA

Oleh Ibu Frida 
(Penulis Opini Muslimah Cinta Qur'an


Vivisualiterasi.com-Sejak berdirinya negara Israel di tanah Palestina atau lebih tepatnya penjajahan Israel terhadap Palestina tahun 1948, derita rakyat Palestina terus berlangsung hingga saat ini. Pembunuhan, perampasan, penculikan, pemboman, pemerkosan, merupakan pemandangan setiap hari yang dirasakan rakyat Palestina. 

Israel terus melakukan pencaplokan serta perluasan wilayah jajahan terhadap tanah-tanah milik warga Palestina. Mereka terusir dari rumah-rumah mereka yang selama ini menjadi tumpuan dan harapan mereka. 

Hal itu dilakukan oleh Israel untuk menguasai secara keseluruhan tanah Palestina dan juga menghilangkan jejak warga Palestina di tanah mereka sendiri. 

Israel dengan segala cara akan bersikukuh untuk memusnahkan Palestina agar tidak ada satupun warga Palestina yang berdiam diri di tanah mereka. Israel memiliki visi busuk untuk menguasai dan mencaplok seluruh wilayah Palestina tanpa menyisakan satu jengkalpun tanah untuk warga Palestina. 

Jangankan untuk warga Palestina, organisasi-organisasi kemanusian yang beropersi di wilayah Palestina, terutama di jalur Gaza tidak luput dari intimidasi bahkan pembatalan izin kerja.

Diperkirakan ada sekitar 37 organisasi kemanusian yang beroperasi di Palestina, dan mereka bekerja memberikan dukungan kemanusiaan bagi warga palestina ditengah agresi Israel dan serangan terhadap kamp-kamp pengungsi di tepi barat. 

Tanpa bantuan lembaga-lembaga kemanusiaan, krisis kemanusian di Gaza akan semakin parah. Bantuan kemanusian yang masuk saja masih sangat kurang, apalagi jika bantuan tersebut tidak masuk sama sekali.
Akan tetapi Israel dengan bengis untuk melarang dan mencabut izin walaupun mendapatkan kecaman dari berbagai kalangan. 

Sekretaris jenderal PBB Antonio Guterres, melalui juru bicaranya Stephane Dujarric, menyayangkan tindakan tersebut. Sebab, ia menilai bahwa  LSM internasional menyelamatkan nyawa rakyat Palestina dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan disaat semua negara-negara di dunia diam atas tindakan kebiadaban Israel. Namun walaupun demikian pernyataan juru bicara PBB, bahwasanya LSM tidak secara mandiri menyelamatkan Palestina dari krisis politik dan militer secara keseluruhan, karena keterbatasan akses dan wewenang.  

Hal yang sama juga datang dari Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina, yang mengutuk tindakan sewenang-wenang Israel atas pencabutan izin tersebut, dan menegaskan bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan atas wilayah-wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Yerusalem. 

Banyak alasan yang digunakan Israel untuk melarang organisasi atau lembaga internasional beroperasi, walaupun alasan tersebut tidak ada bukti kuat yang mendukung. Pertama, Israel mencurigai lembaga internasional tersebut mempekerjakan staf yang berafiliasi dengan Hamas. Kedua, pelarangan tersebut untuk memastikan Hamas tidak mengeksploitasi bantuan internasional. Ketiga, Israel mengklaim bahwa Hamas secara sistematis mengalihkan pasokan untuk tujuan militer atau politik. Keempat, Israel berdalih untuk mencegah LSM-LSM yang dituduh mendukung aktifitas terorisme di Palestina.

Keputusan sewenang-wenang Israel tersebut, dinilai untuk melenyapkan saksi-saksi atas kejahatan Israel, serta untuk menghalang-halangi lembaga-lembaga kemanusian untuk mendukung rakyat Palestina. 

Israel tetap memastikan bahwa Palestina tetap di bawah kontrol dan kendali mereka. Blokade bantuan dari lembaga internasional menjadi bukti bahwa Israel ingin membunuh secara perlahan warga Palestina dengan stategi pelaparan. 

Hal ini menjadi bukti bahwa hegemoni Israel atas Palestina menjadi senjata mematikan agar Palestina tetap di atas bayang-bayang penderitaan yang tidak pernah berkesudahan. Selama Israel masih bercokol di atas tanah Palestina, maka penderitaan rakyat Palestina tidak akan berhenti. 

Pertanyaanya, mengapa Israel tetap ngotot untuk menduduki dan menjajah Palestina?. Ada misi besar dibalik penjajahan tersebut. Israel memiliki cita-cita mendirikan Israel raya dan menguasai ekonomi dan politik dunia dengan segala cara.

Keberadaan Israel di Palestina menjadi Endemi yang mematikan yang akan terus menggerogoti wilayah-wilayah Palestina. Israel akan tetap mencaplok sejengkal demi sejengkal tanah Palestina. Membiarkan Israel tetap eksis, berarti sama saja membiarkan rakyat Palestina menikmati penderitaan terus-menerus. 

Dunia barat dalam hal ini negara-negara superpower memastikan Israel tetap dalam orbit mereka. AS merupakan sekutu Israel tidak akan membiarakan Israel sendirian. AS memastikan bahwa Palestina tanah yang dijanjikan bagi Israel tetap aman bagi Israel.

Solusi-solusi yang ditawarkan mereka sesungguhnya merupakan jebakan dan juga konspirasi jahat agar Palestina tetap berada dalam jurang penderitaan yang sangat dalam.

Penderitaan yang dialami warga palestina merupakan potret buram bagi penguasa-penguasa di negeri-negeri muslim. Ketidak berdayaan mereka menunjukkan lemahnya kekuatan umat islam. 

Saat ini, penguasa-penguasa di negeri-negeri muslim justru menjadi pengkhianat serta menjadi komprador bagi musuh-musuh mereka. Tanah Palestina yang terjajah puluhan tahun menjadi contoh nyata ketidak berdayaan umat Islam. 

Untuk mengakhiri penderitaan serta penjajahan atas rakyat Palestina, tidak ada pilihan yang lebih tepat, selain umat Islam bersatu dan berjuang menegakkan kembali institusi pemersatu umat, yaitu dengan tegaknya kembali Daulah Islam.

Sebab dengan tegaknya kembali Daulah Islam di muka bumi ini, akan mengubur keserakahan, kebiadaban dan kepongahan Israel beserta sekutu-sekutunya. Sebagaimana Rasulullah SAW, yang mampu mengubur kesombongan pasukan Ahzab dan juga para pengkhianat Yahudi saat itu. 

Oleh karena itu, tanah Palestina merupakan tanah suci umat Islam yang harus dibebaskan setiap jengkalnya dari aneksasi Israel dan dikembalikan kepada pemilikinya yaitu umat islam. 

Sebab, tanah Palestina adalah tanah yang diberkati yang memiliki keterkaitan dan hubungan langsung dengan  peristiwa Isra Mi’raj. Tanah Palestina yang dibebaskan umat Islam dimasa Khalifah umar bin khattab tanpa pertumpahan darah dan kunci kota diserahkan langsung patriark nasrani dengan penuh kehormatan pada saat perjanjian Umariyah. Dimana salah satu permintaan yang disampaikan oleh umat nasrani pada saat itu adalah ”agar tidak ada satu orang pun Yahudi yang tinggal di Palestina”. 

Akan tetapi ketika Khilafah runtuh, maka tanah Palestina yang diberkati jatuh kepangkuan Israel, maka pada saat itu menjadi cikal bakal malapetaka yang melanda umat Islam Palestina. Mereka dibunuhi, dibantai, diusir dari tanah mereka sendiri tanpa ada pelindung dan penolong mereka.

 Maka perjuangan menegakkan kembali negara adidaya dunia Islam, merupakan misi penting umat islam di seluruh dunia. Sekaligus misi mulia di hadapan Allah dan Rasulullah. 
Dan perjuangan penegakkan Khilafah bukanlah sesuatu yang utopis, akan tetapi Khilafah adalah janji Allah SWT dan juga bisarah Rasulullah SAW. Sebagaimana di jelaskan dalam Al Qur’an Surah An-Nur: 55 

وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ 
فِى الْاَرْضِ

Artinya “Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal shalih bahwa dia benar-benar akan menjadikan mereka berkuasa di bumi (QS. An-Nur:55).
Dan dipertegas juga dalam sebuah hadis riwayat ahmad.

ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ

Artinya: “ kemudian akan ada kembali khilafah diatas manhaj kenabian” (HR Ahmad)

Oleh sebab itu, misi kita sebagai seorang muslim adalah menyambut janji dan juga kabar gembira untuk berjuang dengan sungguh-sungguh, mewujudkan tegaknya kembali khilafah islamiyah untuk membebaskan Palestina dan juga negeri-negeri muslim dari cengkeraman zionis Israel dan juga negara-negara kafir harbi. Wallahu'alam Bis-Shawaab![Irw]



Posting Komentar

0 Komentar