Subscribe Us

MEMPERTANYAKAN NASIB ANAK KORBAN BENCANA


#Popro (Pojok Propagandis)


Vivisualiterasi.com - Meski sudah sebulan lebih berlalu, tapi belum ada komitmen yang pasti dari pemerintah terkait nasib anak-anak yatim-piatu korban bencana. Secara hukum, kewajiban negara tidak berakhir ketika masa tanggap darurat dinyatakan selesai. Negara harus selalu hadir membersamai rakyatnya dalam segala situasi dan menjamin keberlangsungan hidup mereka pasca bencana. 

Tetapi pada faktanya, peran negara sangat minim, lambat, dan terkesan abai. Hal ini karena negara menganut sistem Kapitalisme yang memandang segala sesuatu dari untung dan rugi. Mengurusi anak-anak korban bencana dan menjamin keberlangsungan hidup mereka dianggap beban (anggaran) negara. 

Ini sangat kontras dengan negara yang menganut sistem Islam, yang memandang kekuasaan adalah amanah dari Allah yang akan dimintai pertanggungjawaban. Sehingga, negara akan berperan penuh dalam masa tanggap bencana dan setelahnya. Terhadap anak-anak yatim-piatu yang kehilangan orangtua, negara memastikan jalur hadanah dan perwalian mereka agar tidak kehilangan kasih sayang keluarga. Bagi yang tidak memiliki keluarga sama sekali, negara akan menampungnya dan menjamin keberlangsungan hidupnya.[] Dwi Lestari

Posting Komentar

0 Komentar