Subscribe Us

GAME ONLINE: MESIN PENGHANCUR KELUARGA



Oleh Mulyaningsih 
(Pemerhati Masalah Anak & Keluarga)


Vivisualiterasi.com - Rasa pilu kembali mengemuka setelah adanya kasus yang begitu menyedihkan. Tiada lagi rasa sayang terhadap orang tercinta termasuk orang tua. Sang bunda telah berpulang, bukan dengan perantara sakit namun karena sajam berupa pisau yang telah terayun ke badannya. Lebih sedihnya, pisau tersebut digunakan oleh anaknya sendiri untuk melampiaskan emosi yang telah memuncak. 

Kompas.com (29/12/2025) menyebutkan bahwa yang menjadi pelaku pembunuhan adalah anak dari si ibu sendiri. Setelah diselidiki, ternyata ananda telah lama terkena kekerasan selama di rumah. Dalam psikologi rapuh, si anak ternyata mengalihkannya untuk bermain game yang bernuansa kekerasan. Ternyata dengan game tersebut mampu memicu amarah yang akhirnya berujung pada hilangnya nyawa sang ibunda tercinta. 

Innalillahi, kasus demi kasus kini mulai merebak dan menggilas bangunan rumah tangga masyarakat. Rumah yang seharusnya menjadi tempat yang begitu dirindu, mendapatkan kasih sayang, pendidikan awal, dan berbagi cerita. Kini menjadi tempat yang begitu mencekam dan muncul kekerasa di dalamnya. Sedih, tentunya akan terasa ketika kita mendapati kasus seperti di atas. Sang anak ternyata tega sekali sampai membunuh ibu kandungnya sendiri. Begitu luar biasanya kejadian tersebut dan seharusnya menjadi muhasabah bagi semuanya. Mengapa hal tersebut bisa sampai terjadi? Apakah komunikasi sudah tidak berjalan lagi ataukah rasa kasih sayang sudah memudar? 

Wajar jika pertanyaan di atas muncul dalam benak kita sebagai orang tua. Khawatir tentu menghantui setiap saat, termasuk ketika game online mulai merebak dan begitu mudah diakses oleh semua pihak. Kemajuan teknologi memang tak bisa kita mungkiri, perkembangan media sosial termasuk banyaknya game online menjadi sesuatu yang tentu kita temui. Berbagai macam dan jenis game telah ada, mulai dari yang sekadar hiburan, ada juga yang berbau pendidikan, namun tidak jarang ternyata ada permainan game online yang menjurus pada hal-hal berbau kekerasan.

Nah, inilah yang menjadi kekhawatiran pada setiap orang tua. Terkadang ananda izin meminjam ponsel pintar kepada kita, namun tanpa sengaja ada berbagai iklan game yang muncul dan ternyata langsung terdownload. Tanpa disadari ananda, ternyata game tersebut adalah yang bernuansa kekerasan atau berbau judol. Maka sangat berbahaya sekali memang jika sampai ananda terus memainkannya tanpa punya sandaran pemikiran. Besar kemungkinan bahwa ananda akan berperilaku sesuai dengan apa yang ada dalam game tersebut. Itulah bahaya sesungguhnya ketika tidak ada penjagaan secara ketat pada ruang digital di negeri ini.

Jika keluarga saja yang menjaga, jujur sebagai orang tua tentunya tak mampu untuk mengenang ananda untuk tidak bersentuhan sedikit pun dengan ponsel pintar. Tentu ia juga akan protes dan pasti sesekali akan meminjamnya untuk melepaskan kepenatan dari dunia sekolahnya. 

Inilah kejadian demi kejadian yang kita terima saat ini. Ruang digital kini sudah tak aman lagi bagi buah hati kita. Jangankan anak-anak, orang dewasa sekalipun jika tidak mempunyai fondasi kuat keimanan maka akan terjerumus pada jurang kemaksiatan berupa pinjol dan judol. Semua itu karena sistem yang ditetapkan saat ini tak lagi memandang segala sesuatunya berdasarkan pada ketentuan hidup yang bersumber dari Sang Pencipta.

Sistem kapitalisme hanya memikirkan pada dua komponen pokok, yaitu menghasilkan cuan dan manfaat yang diraihnya. Jika sesuatu masih menghasilkan untuknya, maka pastilah akan tetap dipertahankan. Tak peduli lagi apakah hal tersebut akan membahayakan bagi masyarakat dan keluarga. Yang terpenting adalah mendapatkan hasil yang banyak, itulah kunci dari semuanya. Karena negara saat ini tak mampu bersikap tegas dan konsisten dalam hal menjaga seluruh masyarakat yang ada dalam mengawasannya. Hanya mementingkan segolongan masyarakat saja (baca: pemilik modal) sementara yang lain disuruh bertahan dan berjuang masing-masing. 

Alhasil, dapat kita lihat sekarang. Kejadian demi kejadian yang hadir telah membuktikan bahwa masyarakat tak mampu bertahan sendiri di tengah derasnya arus digitalisasi. Bahkan fondasi keluarga-keluarga mulai tumbang diterpa dahsyatnya banjir digitalisasi yang tak terbendung. 

Pandangan Islam

Islam memandang persoalan di atas dengan sungguh-sungguh serta serius. Perkara di atas benar-benar menjadi kasus luar biasa yang harus segera dicegah dan jangan sampai ada kasus yang sama. 

Islam mengatur segala lini persoalan hidup manusia, termasuk pada perkara ruang digital. Kemajuan memang tak akan mampu kita bendung dan cegah. Hanya saja bisa kita giring ke arah yang sesuai dengan hukum syara.

Di sinilah peran penting negara bagi seluruh masyarakat. Negara harus turun tangan secara serius untuk mengarahkan perkembangan teknologi hanya pada Islam saja. Media sosial yang ada harus menyajikan konten islami termasuk ketika ada game maka harus sesuai juga.

Yang bertentangan dengan hukum syara tentu harus dihapus permanen dan diberikan sanksi kepada perusahaan yang memilikinya. Konten yang ada harus bersifat mendidik dan mengajarkan kepada pengguna untuk selalu taat terhadap Allah Swt. dan menjalankan syariat Islam secara sempurna dalam kehidupan. Makanya perlu tangan (baca: kekuasaan) negara agar mampu mengatakan kemajuan teknologi hanya pada Islam saja. Maksudnya adalah mensyiarkan Islam kepada para pengguna dan mengajaknya untuk selalu taat. 

Termasuk juga negara harus menjaga akidah umat dengan baik. Bisa lewat pembinaan yang disiarkan lewat kanal-kanal media sosial atau semacam ada majelis ilmu di setiap wilayah. Termasuk memastikan bahwa calon orang tua harus mempunyai ilmu yang kuat, terutama fondasi akidah harus mengkristal dalam diri mereka. Sehingga akan mudah untuk mengajarkannya kepada buah hatinya kelak. Karena keluarga menjadi awal mula pembelajaran segala hal bagi anak manusia. 

Kemudian amar ma'ruf menjadi sesuatu yang harus dilakukan selama di dunia ini. Jika mendapati ada yang berbuat atau melakukan aktivitas tidak berdasar pada hukum syara, kewajiban kita untuk memberitahu akan hal tersebut. Ini adalah sebagai gambaran rasa cinta dan sayang terhadap saudara. Tidak membiarkannya untuk terjerumus pada jurang dalam yang menyesatkan. 

Dengan ketiga komponen tersebut, jika dijalankan dengan baik maka in syaa Allah akan berjalan sesuai dengan aturan main dari Sang Pencipta. Dan kita menjadi insan yang senantiasa taat serta patuh terhadap Allah Swt. Semua itu bisa terwujud dalam bingkai sebuah institusi yang hanya menerapkan Islam dalam segala kini kehidupan manusia. Ialah Daulah Islam yang akan mampu menjalankan syariat Islam secara sempurna dan menyeluruh di alam dunia. Semoga segera terwujud terlaksana agar setiap masalah yang hadir mampu terselesaikan sampai pada akarnya. Wallahua'lam.[AR]

Posting Komentar

0 Komentar