Subscribe Us

KAPITALISME MELAHIRKAN GENERASI RUSAK BANYAK PELAJAR TERJERAT NARKOBA DAN TINDAK KEKERASAN



Oleh Asri Suharsi, S.Sos
(Pemerhati Sosial)


Vivisualiterasi.com - Tindak kekerasan di dunia generasi muda saat ini makin memprihatinkan. Baru baru ini sebuah video berdurasi 19 detik viral di media sosial menampilkan aksi kekerasan terhadap seorang pelajar berseragam Pramuka di SMK Negeri 2 Pangkep, Sulawesi Selatan. (www.beritasatu.com,4/8/2025)

Sebanyak 54 pelajar diamankan polisi karena diduga hendak tawuran di wilayah Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (9/8/2025) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Sebagian besar pelaku merupakan pelajar di bawah umur yang berasal dari berbagai daerah, seperti Serpong dan Gunung Sindur. (megapolitan.kompas.com,9/8/2025)

Unit Reskrim Polsek Metro Penjaringan menangkap lima remaja berstatus pelajar yang terlibat aksi pembegalan terhadap seorang sopir truk ekspedisi di lampu merah Jalan Gedong Panjang, Penjaringan, Jakarta Utara.(www.beritasatu.com,8/8/2025)

Diduga karena cemburu, pelajar SMK di Kota Bandung, Jawa Barat tewas ditusuk temannya sendiri. Korban dan pelaku disebut sempat terlibat cekcok sebelum penusukan terjadi. Pelajar tewas ditemukan di pelataran bengkel Jalan Cikuda, Kelurahan Pasir Biru, Bandung. (www.beritasatu.com,4/8/2025)

Beredar foto yang menunjukkan bahwa baju siswa SMP berinisial F (14) yang tewas dengan kepala terbungkus plastik di dalam rumahnya di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), berlumuran darah. Dugaan sementara pihak kepolisian, darah itu bukan karena akibat penganiayaan, tetapi karena pembuluh darah korban pecah.(www.detik.com,8/8/2025)

Kapitalisme Biang Kerok Generasi Menjadi Rusak

Dari kasus diatas hanyalah beberapa kasus yang sebenarnya marak kasus kekerasan di dunia generasi terkhusus di Indonesia. Menurut data dari Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham, terjadi tren peningkatan kasus anak berkonflik dengan hukum selama 2020-2023 per 26 Agustus 2023, tercatat hampir 2.000 anak berkonflik dengan hukum. Sebanyak 1.467 anak diantaranya berstatus tahanan dan masih menjalani proses peradila, sedangkan 526 anak sedang menjalani hukuman sebagai narapidana.
Jika dibandingkan dengan data tiga tahun lalu, jumlah anak yang terjerat hukum belum pernah menembus angka 2.000. menilik kondisi pada 2020 dam 2021, angka anak tersandung kasus hukum 1.700-an orang, lalu meningkat di tahun berikutnya menjadi 1.800-an anak. Tren yang cenderung meningkat ini menjadi alarm bahwa anak anak Indonesia sedang tidak baik baik saja dan menuju pada kondisi yang problematik dan darurat kriminal. (Kompas, 29/8/2023)

Kehidupan generasi dalam sistem Kapitalisme diliputi dengan berbagai kemaksiatan, seperti narkoba, tawuran, dan pembegalan. Selain itu, generasi juga lemah dalam mengendalikan dirinya dalam menghadapi persoalan termasuk kecemasan dan ketakutan. Akhirnya mereka pun tumbuh menjadi pribadi yang keras. Ketika ada masalah atau hanya persoalan tersinggung saja sudah melakukan kekerasan. Belum lagi pola asuh di lingkungan keluarga yang tidak mebdapatkan ilmu islam bagaimana cara berinteraksi dengan orang lain. Maka kita akan temukan generasi yang sedikit sedikit melakukan kekerasan.
Belum lagi di dunia pendidikan. Sistem pendidikan sekuler-kapitalis gagal membentuk generasi berkepribadian Islam. Output pendidikan sekuler adalah generasi yang tidak tahu jati dirinya sebagai Muslim, sehingga tidak paham bagaimana harusnya berpikir dan bertindak yang benar sesuai misi penciptaan. Karena ketidakpahaman terkait dengan Islam maka generasi saat ini melakukan sesuatu sesuai dengan hawa nafsu tanpa memikirkan apakah perbuatan tersebut melanggar aturan Allah swt ataukah tidak. Bagi mereka jika merasa senang maka mereka akan lakukan.

Tidak adanya lingkungan sosial yang suportif membentuk kepribadian generasi. Media hari ini pun bebas kontrol dan memuat berbagai pemikiran yang merusak generasi. Media sosial yang bebas di akses semua generasi tanpa di filter akhirnya membuat generasi ikut ikutan apa yang menjadi tontonan mereka. Karena sering melihat media yang menayangkan tindak kekerasan kriminalitas, merekapun ikut mempraktekkan tindakan kriminalitas tersebut.

Solusi Mendasar Adalah Penerapan Hukum Allah

Kepribadian yang baik dapat terbentuk dari cara fikir dan cara sikap yang sesuai dengan ajaran yang datangnya dari Tuhan yakni ajaran Islam. Segala sesuatu yang baik pasti datangnya dari perintah dan larangan Allah Swt. Jika syariat melakarang prilaku kekerasan tersebut maka kita sebagai hamba Allah pun harus taat karena ada kebaikan yang kita dapatkan.

Setiap kita pasti merindukan sosok generasi yang baik yang mampu membanggakan orang tua, keluarga, sahabat, lingkungan, negara, agama dan dunia. Generasi seperti ini tidaklah mungkin di dapatkan pada sistem aturan hidup yang bebas seperti saat ini yakni sistem sekuler kapitalis. Fakta membuktikan makin jauhnya individu, masyarakat dan negara dari Islam maka akan mekin rusaknya tatanan kehidupan.

Berbagai persoalan generasi membutuhkan sistem yang mampu memberikan solusi komprehensif, yakni penerapan sistem Islam di bawah institusi negara Khilafah. Islam akan menjadikan negara sebagai penanggung jawab segala urusan umat, termasuk membentuk kepribadian mulia generasi.

Sistem pendidikan Islam tidak hanya berfokus pada penanaman nilai akademis, tapi juga membentuk kepribadian Islam pada generasi. Dari sini, masyarakat pun akan memahami Islam dan mensuasanakan generasi dalam ketaatan.
Negara Khilafah juga akan mengontrol media sebagai sarana edukasi dan dakwah semata. Media massa yang tidak mendatangkan kebaikan bagi individu, masyarakat dan negara akan dihapuskan dari penayangan. Agar generasi tidak mudah terpengaruh dan mencontoh perbuatan yang tidak baik.[Irw]

Posting Komentar

0 Komentar