#Popro (Pojok Propagandis)
Vivisualiterasi.com - Pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya kepada Suahasil dipandang sebagai solusi ampuh atas krisis perekonomian yang melanda Indonesia. Publik seolah digiring pada opini bahwa dengan mengganti nakhoda di kementerian teknis, badai krisis ekonomi akan segera mereda. Namun, narasi semacam ini tak ubahnya obat tidur yang menyembunyikan akar penyakit di hadapan rakyat.
Krisis yang terjadi hari ini bukanlah sekadar masalah ketidakmampuan individu, kurangnya pengalaman, atau ketidaklihaian pejabat yang menjabat. Akar persoalannya jauh lebih mendasar, yakni bobroknya sistem ekonomi kapitalisme sekuler yang diterapkan. Dalam sistem ini, perekonomian negara dibuat selalu bergantung pada pasar dan jeratan arus global, serta diwarnai oleh kebijakan dan program ambisius yang tidak masuk akal. Akibatnya, APBN terkuras dan mengalami pemborosan tanpa perhitungan logis demi melayani agenda kapitalistis, alih-alih untuk kesejahteraan rakyat.
Oleh karena itu, tambal sulam personel tidak akan pernah menyelesaikan krisis sistemik. Solusi sesungguhnya terletak pada perombakan mendasar atas sistem ekonomi itu sendiri. Islam menawarkan sistem ekonomi yang mandiri dan berkeadilan. Dalam Islam, sumber daya alam dikelola sepenuhnya untuk kemakmuran rakyat, negeri dibebaskan dari ketergantungan utang luar negeri, serta alokasi anggaran yang tidak efisien dihentikan. Hanya dengan meninggalkan sistem kapitalisme dan menerapkan sistem ekonomi Islam secara kafah, krisis ekonomi negeri ini dapat terselesaikan hingga ke akarnya.[] Aubi Atmarini Aiza


0 Komentar