#Popro (Pojok Propagandis)
Vivisualiterasi.com - Maraknya kejadian keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memuncak. Kejadian ini terjadi secara beruntun di beberapa daerah, seperti Pati, Sidoarjo, Rembang, Nganjuk, Jombang, dan lain-lain dengan total korban dalam tiga hari sejak 1 hingga 3 September 2026 mencapai sekitar 2.000 orang.
Kejadian terbaru terjadi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah pada Rabu (9/9). Sebanyak 231 siswa dari tiga sekolah, di antaranya MTs Mambaul Ulum, MTsN 3 Pati, dan SMPN 1 Gembong. Siswa tersebut diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG (BBC Indonesia, 9/9/2026).
Adanya keracunan menu MBG akibat pelanggaran standar operasional prosedur (SOP), ungkap Badan Gizi Nasional (BGN). Kepala BGN, Sudaryono, mengatakan lebih dari 80 persen kasus yang terjadi berkaitan dengan pelanggaran SOP, seperti tata cara penyimpanan makanan dan waktu konsumsi.
Kejadian keracunan massal MBG ini tidak bisa dilimpahkan pada kelalaian SOP saja. Hal ini menjadi cerminan kegagalan sistemis yang diterapkan negara saat ini. Bobroknya sistem kapitalis yang menjadi acuan bernegara.
Tentu berbeda dengan sistem Islam. Negara akan sepenuhnya bertanggung jawab penuh dalam pelayanan dan mengurus rakyatnya. Dengan begitu, negara akan jauh dari tujuan bisnis. Pandangan ini seharusnya ada dalam pemerintah, mulai dari pusat sampai unit terkecil.
Tata pengelolaan makan pun akan dikelola dengan baik dengan aspek pengawasan yang optimal. Dalam Islam terdapat kadi hisbah yang berfungsi dalam aspek tersebut. Dengan Islam masyarakat akan terjamin seluruh kebutuhan hidupnya.[] Fitria Al-Askan


0 Komentar