Subscribe Us

KESEHATAN DALAM KAPITALISME: NAKES MINIM EMPATI DAN KASTA PELAYANAN KELAS DUA



#Popro (Pojok Propagandis)


Vivisualiterasi.com - Setelah menunggu delapan jam, pasien BPJS bernama Yurizal justru dibombardir pesan kasar dari akun yang diduga milik dokter dan tenaga kesehatan. Alih-alih simpati, ia menerima sarkasme di masa paling sulit. Seminggu kemudian ia dikabarkan meninggal dunia.

Kemenkes menyebut penyebabnya keterbatasan tempat tidur ICU di rumah sakit umum. Namun yang memicu kemarahan publik bukan hanya kapasitas penuh, melainkan hilangnya rasa kemanusiaan dari tenaga kesehatan di depan layar ponsel.

Ini bukan kasus individu, melainkan cermin sistem yang melahirkan orang kurang empati. Pendidikan kesehatan saat ini mencetak tenaga yang mahir teknis tetapi kosong spiritual. Dalam sistem sekuler, baik-buruk diukur dari kinerja, bukan belas kasih. 

Pasien BPJS antre karena kesehatan diperlakukan sebagai komoditas. Yang membayar lebih cepat dilayani, yang mengandalkan jaminan sosial harus menunggu lama.

Selama kesehatan tidak dijamin negara sepenuhnya, kejadian ini akan terulang. Islam memandang kesehatan sebagai hak rakyat yang wajib dibiayai negara melalui Baitul Mal.[] Kurnia Ramadhani

Posting Komentar

0 Komentar