Subscribe Us

HIV MENGGANAS, SIAPA YANG SALAH?



Oleh: Venni Hartiyah
(Pegiat Literasi)


Vivisualiterasi.com - Manusia adalah makhluk Allah yang diberikan kelebihan dibandingkan dengan makhluk lain, misalnya hewan ataupun tumbuhan. Kelebihan yang diberikan antara lain berupa akal. Akal berguna untuk berpikir mengenai berbagai macam ciptaan Allah, sifat-sifat Allah, serta asma-Nya. Selain itu, akal juga berfungsi untuk memahami berbagai macam ayat-ayat Allah, baik yang tercantum dalam Al-Qur’an maupun ayat-ayat Allah yang berupa sunatullah yang terjadi di alam semesta.

Akal merupakan anugerah Allah yang sangat luar biasa. Hanya saja akal tidak boleh mengendalikan syariat, tetapi syariat yang mengendalikan akal, agar apa-apa yang dipikirkan oleh akal dan tindakannya sesuai dengan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Dalam hadis Rasulullah ï·º bersabda:
Setiap anak Adam pasti berbuat salah. Dan sebaik-baik orang yang salah adalah yang bertobat.” [HR. Tirmidzi 2499, Ibnu Majah 4251]

Hadis ini bermakna bahwa ketika manusia berbuat salah itu wajar. Yang tidak wajar adalah jika terus-menerus berbuat salah tetapi tidak mau menyadari kesalahan dan tidak mau bertobat. Itulah manusia-manusia yang merugi.

Dilansir dari kumparan.com [23/07/2026], Dinas Kesehatan Pemkab Sidoarjo mencatat sebanyak 7.230 orang mengidap penyakit Human Immunodeficiency Virus [HIV]. Hal ini berdasarkan data kumulatif sejak tahun 2001 hingga Juni 2026. Dari jumlah tersebut, 522 orang merupakan pelajar dari jenjang PAUD sampai SMA.

Kepala Bidang Mutu Pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Lilik Sulistyowati, mengatakan pihaknya akan menyusun kebijakan pencegahan HIV/AIDS di seluruh satuan pendidikan. Ia juga memastikan tidak ada diskriminasi terhadap peserta didik maupun tenaga pendidik yang terkena HIV. Semua berhak memperoleh layanan pendidikan yang sama.

Subkoordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Sidoarjo, dr. Yanto Lipu, menjelaskan bahwa kepatuhan menjalani terapi antiretroviral [ARV] sampai tercapai kondisi undetected bisa menekan risiko penularan HIV kepada pasangan maupun anak. Pasien yang rutin mengonsumsi ARV selama sekitar enam bulan atau lebih, sesuai evaluasi medis, berpeluang menekan jumlah virus hingga tidak terdeteksi melalui pemeriksaan laboratorium. Kondisi undetected bukan berarti HIV telah sembuh. Kondisi tersebut menunjukkan jumlah virus dalam tubuh berhasil ditekan sampai tidak terdeteksi, sehingga pasien tetap harus mengonsumsi ARV secara rutin dan tidak boleh menghentikan pengobatan tanpa pengawasan tenaga kesehatan.

Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un. Mengerikan ketika memahami fakta HIV. Dari data menunjukkan banyak juga pelajar yang terkena HIV. Penyakit HIV disebabkan oleh infeksi Human Immunodeficiency Virus [HIV] yang menyerang dan merusak sistem kekebalan tubuh. Virus ini menular melalui kontak dengan cairan tubuh tertentu dari penderita.

Ketika kita berpikir lebih dalam, kita menyadari Allah menurunkan suatu bala pasti ada sebabnya. Hal ini sudah Allah nyatakan bahwa musibah itu dari perbuatan manusia itu sendiri, yaitu karena banyaknya maksiat dan kezaliman manusia. Ketika riba merajalela, zina marak, korupsi merebak, kezaliman penguasa terhadap rakyatnya, banyaknya pedagang yang menipu timbangan, maka disebabkan semua itu bala bisa turun ke suatu kaum. Mengerikan sekali ketika hal ini dibiarkan. Semoga Allah selalu melindungi kita dari berbagai macam marabahaya.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an surah Asy-Syura ayat 30:
Dan musibah apa saja yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.”

Ketika menyadari semakin meluasnya penyakit HIV seperti fenomena gunung es yang tidak terselesaikan dan tersistem, maka kita memahami bahwa akar permasalahan sebenarnya adalah sistem yang mencengkeram kehidupan kita saat ini, yaitu sistem kapitalisme yang berasaskan sekularisme dan liberalisme. Sehingga sebab musabab mengganasnya virus HIV adalah pergaulan bebas tanpa aturan.

Liberalisme memberikan makna kebebasan tanpa memperhatikan aspek agama. Mereka beranggapan bahwa hidup mereka bebas tanpa aturan Allah. Begitu juga dengan masalah pergaulan, mereka merasa berhak mengatur kehidupan mereka sendiri, seperti berzina, berhubungan dengan sesama jenis [homo/lesbi], dan berbagai macam penyimpangan seksual lainnya. Maka Allah murka dengan berbagai macam kemaksiatan yang manusia lakukan.

Bagaimana Islam Memandang Kasus HIV Ini

Islam adalah agama sempurna yang mengatur berbagai macam aspek kehidupan, mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi telah lengkap diatur oleh Islam. Begitu juga dengan pergaulan. Islam memandang bahwa laki-laki dan perempuan diciptakan berpasang-pasangan karena memang manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang mempunyai kelengkapan naluri. Salah satunya adalah naluri untuk melestarikan jenisnya, yaitu dengan jalan menikah. Maka menikah adalah sunah Rasulullah ï·º untuk memperbanyak keturunan.

Selain itu, Islam juga mengatur pergaulan agar tidak sampai terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Perempuan diperintahkan mengenakan jilbab dan kerudung untuk menutup aurat serta membantu menjaga pandangan laki-laki. Begitu juga dengan laki-laki yang mempunyai kelemahan dalam pandangan, maka ketika melihat yang bukan mahramnya diperintahkan Allah untuk menundukkan pandangannya sehingga tidak sampai panah beracun dari iblis itu bersemayam.

Seperti dalam firman Allah dalam Al-Qur’an surah An-Nur ayat 30:
Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka.”

Selain itu, Allah juga melarang laki-laki dan perempuan yang bukan mahram untuk berdua-duaan, karena ketika berdua-duaan yang ketiganya adalah setan. Juga dilarang berikhtilat atau campur baur dengan lawan jenis tanpa ada tujuan yang jelas.

Dalam sistem Islam, keimanan dan ketakwaan individu selalu dijaga. Menghadirkan Allah dalam setiap perbuatan adalah salah satu tameng yang paling kuat. Selain itu, kontribusi masyarakat sekitar dalam amar makruf nahi mungkar sangat diperlukan. Ketika ada sebagian individu yang melakukan kemaksiatan kepada Allah seperti mendekati zina, maka sebagian masyarakat lain akan menegur sebagai wujud rasa cinta mereka kepada sesama.

Yang paling menentukan adalah peran negara dalam menjaga dan mencegah penyebab HIV ini. Sebelum terjadi, pastinya harus ada pencegahan-pencegahan yang signifikan seperti yang telah disebutkan di atas. Sebagai efek jera, maka sistem Islam akan memberlakukan hukuman rajam bagi pelaku zina yang sudah menikah dan hukuman cambuk bagi yang belum menikah. Bagi pelaku homoseksual juga berlaku hukum Islam, yaitu dibunuh. Agar mereka tidak mengulangi perbuatan mereka lagi. Karena memang hukum Islam adalah hukum paling adil dan sebagai solusi atas berbagai macam problematika umat saat ini.

Wallahu a‘lam bish-shawab.[]

Posting Komentar

0 Komentar