Subscribe Us

BOP JADI UMPAN: AS DESAK PELUCUTAN SENJATA HAMAS



Oleh: Sinta Lestari  
(Pegiat Literasi dan Aktivis Dakwah)


Vivisualiterasi.com - Nampaknya AS tidak kehabisan akal dalam mencari cara dan melakukan berbagai siasat untuk melemahkan Gaza. Bahkan, dilansir dari kantor berita AFP, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kesepakatan pelucutan senjata Hamas di Gaza. Ia menyebut hal ini sebagai langkah penting untuk menuju perdamaian. (Detik.com, 31/07/26)

Dilansir dari kantor berita AFP, Trump menggagas Board of Peace (BOP) atau Dewan Perdamaian untuk Palestina yang terdengar manis, seolah itu sebuah uluran tangan untuk membantu rekonstruksi. Siasatnya sederhana. AS dan para donaturnya berkata: "Kami akan membangun rumah kalian, sekolah, rumah sakit. Kita berikan dana rekonstruksi untuk Gaza. Namun itu semua ada harganya."

Di balik amplop bertuliskan "BOP" ada syarat yang tidak ditulis dengan tinta, melainkan berupa ancaman terhadap nyawa dan upaya melemahkan kekuatan Gaza. Namun banyak pihak tertipu atas janji perdamaian yang ditawarkan.

Kita bisa melihat faktanya. Saat BOP digembar-gemborkan, seorang zionis Israel tetap beroperasi, meskipun Hamas sepakat dengan pelucutan senjata.

Jelas bahwa pelucutan senjata Hamas dan kelompok bersenjata di Gaza merupakan siasat AS dan zionis Israel melalui BOP untuk melemahkan perjuangan rakyat Palestina. Seiring itu, suara "tolak BOP" mulai hilang. Oleh sebab itu, umat harus kembali diingatkan bahwa langkah bergabung dengan BOP bukan solusi perdamaian, keamanan, apalagi pembebasan Gaza. Justru itu menjadi amunisi baru bagi eksistensi penjajahan. Dengan kata lain, hal ini sama dengan menyerahkan Gaza ke mulut harimau, yaitu zionis Israel dan AS. Bahkan pembangunan New Gaza masih berlanjut dengan menggunakan aktor lokal agar diterima. Propaganda yang disuarakan: "demi menyelamatkan penduduk Gaza". Pertanyaannya, mengapa tidak dari dulu? Jangan dipercaya jika narasi atau propaganda keluar dari mulut penjajah.

Sejatinya kehadiran pasukan stabilitas internasional tidak akan pernah ditujukan untuk membebaskan Palestina dari penjajahan zionis Israel. Semua itu hanya tipu daya untuk melanjutkan makar para penjajah dalam menguasai tanah Palestina.

Umat Harus Sadar: Tiada Perdamaian Tanpa Sistem Islam

Selama ini kita dibuat bingung dengan sikap dan narasi yang menjanjikan perdamaian namun tak kunjung memberikan jalan keluar terhadap permasalahan saudara kita yang dibantai. Umat perlu disadarkan bahwa segala bentuk usaha perdamaian hanyalah bagian dari tipu daya dan siasat AS dan zionis Israel yang berlindung di balik propaganda murahan.

Umat harus menyadari bahwa usaha yang ditempuh oleh pemimpin negeri-negeri Muslim sejatinya dalam rangka melanggengkan penjajahan. Karena mereka masih terus menjalin hubungan kerja sama, baik dalam bidang militer maupun perekonomian, dan itu didominasi kepentingan.

Umat harus paham bahwa yang dilakukan pemimpin negeri-negeri Muslim merupakan sebuah pengkhianatan. Perdamaian yang dijanjikan, BOP yang ditandatangani adalah bukti bahwa mereka bersekutu dengan AS atas pembangunan New Gaza yang sebenarnya justru dilegalkan.

Allah SWT berfirman:  

_وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ ۚ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ_  

Artinya: "Dan ingatlah ketika orang-orang kafir memikirkan tipu daya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya." QS Al-Anfal: 30

Makar para musuh Allah hari ini jelas nyata. Dalam bidang politik, seperti melalui BOP dengan wajah baru yang mendesak pelucutan senjata Hamas melalui syarat BOP yang diusungnya, menjadi babak baru geopolitik AS untuk menekan wilayah jajahannya.

Tidak hanya itu, jika kita cermati, banyak sekali makar musuh Allah. Dalam bidang ekonomi dengan kendali satu tangan, AS menentukan nasib pasar global, riba, juga bantuan utang luar negeri. Lalu di bidang akidah, dengan liberalisasi agama. Dalam bidang pemikiran, yakni masuknya pemikiran kufur yang membuat umat Islam lemah secara akidah: sekularisme, hedonisme, pluralisme, juga nasionalisme. Kemudian, di bidang budaya menormalisasi kemaksiatan seperti LGBT. Seluruh makar dibungkus dengan narasi Hak Asasi Manusia (HAM) dan diperkuat dengan pengaruh media.

Ternyata bukan hanya Hamas dan pejuang Islam yang dilemahkan, namun seluruh umat Islam. Mereka disibukkan dengan perpecahan sehingga sulit untuk dipersatukan.  
Umat harus menyadari pentingnya persatuan di bawah naungan Khilafah. Hanya dengan Khilafah umat berada dalam satu kepemimpinan tanpa tersekat-sekat. Sehingga terbentuklah masyarakat Islami yang dipersatukan di atas fondasi akidah, yang memiliki satu perasaan, satu aturan, dan satu pemikiran, tidak mudah digoyahkan dengan propaganda makar musuh Islam.

Penjajah Takut Persatuan

Kaum muslimin sejatinya sedang dipaksa untuk bertekuk lutut di hadapan musuh untuk menghalangi kebangkitan Islam.

Karena mereka tahu umat Islam sedang menuju kebangkitan. Mereka takut akan persatuan umat Islam karena mereka paham hanya Islam yang mampu menandingi kekuatan mereka, yang mampu menciptakan kekuatan global dengan potensi umat Islam yang luar biasa, tidak gentar membela agama.

Jika hari ini musuh Allah saja seyakin itu dengan kebangkitan Islam, maka kita sebagai umat Islam harus lebih yakin bahwa hanya Islam yang akan membebaskan Palestina dengan jihad fi sabilillah di bawah komando Khilafah untuk melenyapkan zionis Israel dan sekutunya.

Khatimah

Perdamaian yang ditawarkan hanyalah tipuan. Semua ini bukanlah tentang kemanusiaan, namun tentang eksistensi penjajah yang dilegalkan. Namun tetap saja, langkah ini menorehkan pesan bahwa kemanusiaan harus dibayar dengan pelucutan senjata.

Pilihannya hanya ada dua: menerima BOP atau agresi militer? Kini Tepi Barat menjadi umpan baru untuk ditawan, bahkan diserang. Dalam satu bulan terakhir zionis melakukan 2.256 serangan.

Atas nama BOP, bantuan memang berdatangan namun ada harga di balik misi kemanusiaan. Rekonstruksi datang namun senjata hilang. Pada akhirnya tetap Palestina yang dirugikan dan dikorbankan. Kita menyaksikan permainan yang selalu berporos pada penderitaan umat Islam. Tidak ada jaminan ketenangan hidup selama Trump bebas melakukan geopolitik tanpa sentuhan perlawanan dari negeri Muslim sekitar. Umat butuh persatuan di bawah kepemimpinan global, yaitu Khilafah. Dengan Khilafah, harta, nyawa, dan kehormatan kaum muslimin terjaga, tidak akan dipermainkan oleh makar penjajahan.  
Wallahu a'lam bishawab.[]

Posting Komentar

0 Komentar