#Popro (Pojok Propagandis)
Vivisualiterasi.com - Hari ini nilai rupiah kita berada dititik terendah. Dampaknya beban perekonomian semakin bertambah, harga barang baku naik, bahkan hutang negara semakin pelik. Merasa keuangan tak cukup, banyak rakyat menggunakan pinjol untuk bertahan hidup. Meski begitu pemerintah menganggap kondisi ini masih aman hingga akhirnya keliru mengambil kebijakan.
Perang AS vs Iran telah mempengaruhi pasar global dan memicu naiknya nilai tukar dollar sehingga nilai mata uang kita semakin memudar. Akhirnya masyarakat menanggung beban sendiri karena ketiadaan peran pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini.
Dalam sistem ekonomi Islam, emas dan perak dijadikan sebagai alat tukar karena memiliki nilai intrinsik, menghindari inflasi, tak bisa dilipatgandakan dan mampu menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang. Cara ini efektif menjaga harga pasar, dari riba yang diharamkan, menjamin distribusi kekayaan dan kepemilikan. Karena sejatinya pemerintah adalah pengurus (ra'in) sekaligus junnah (pelindung), itulah mengapa kita butuh sistem Islam untuk dijadikan aturan kehidupan.[] Sinta Lestari (Pegiat Literasi dan Aktivis Dakwah)


0 Komentar