Subscribe Us

DEHUMANISASI MUSLIM PALESTINA MAKIN MERAJALELA



Oleh Khatimah
(Pegiat Dakwah)


Vivisualiterasi.com - “Yang hidup dibunuh tanpa belas kasihan. Yang mati tak diberi ketenangan. Palestina benar-benar sedang diuji dengan luka yang tak terbayangkan.” 

Inilah kondisi nasib saudara kaum muslim di Palestina, tidak ada sedikitpun belas kasihan untuk mereka. Muslim Palestina mengalami dehumanisasi yang sangat mengerikan, sebuah tindakan menghilangkan harkat dan martabat manusia. Perbuatan tersebut tidak menimpa orang hidup saja, tetapi juga yang sudah mati. Orang hidup dibunuh, termasuk anak-anak. Yang sudah mati, jenazahnya tidak boleh dikuburkan di tanahnya sendiri, bahkan harus dibongkar lagi dan diperintah untuk dipindahkan oleh zionis laknatullah. 

Dikutip dalam laporan The Times of Israel, telah terjadi pemaksaan terhadap warga Palestina oleh para pemukim Zionis untuk menggali kembali kuburan seorang pria di tanah Palestina di Tepi Barat bagian utara. Warga tersebut dipaksa untuk memindahkan jenazah yang ada ke lokasi lain dengan alasan kuburan itu terlalu dekat dengan pemukiman Israel. (sindonews.com, 10/5/2024)

Entah harus berapa banyak lagi kekejian zionis yang akan dibiarkan oleh dunia. Pelaku kejahatan itu tidak pernah mempedulikan kesepakatan gencatan senjata, dan terus menyerang Gaza (dengan dukungan politik, militer, dan keuangan dari AS) untuk memperluas pendudukannya dan melakukan genosida hingga jumlah korban makin banyak, termasuk anak-anak. 

Untuk membungkam pers dari menyiarkan kejahatan mereka pada dunia, Zionis menargetkan pembunuhan para jurnalis. Bahkan kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR), mendesak komunitas internasional untuk melakukan tindakan nyata. Bukan hanya sekadar menyampaikan kecaman dan solidaritas. Hal tersebut diungkapkan karena melihat jalur Gaza merupakan tempat paling mematikan di dunia bagi para jurnalis. (Antara, 04/05/2026)

Sudah saatnya dunia dan kaum muslim tidak hanya mengecam kekejian tersebut, apalagi hanya menjadi penonton atau pendengar penderitaan saudara muslim Palestina. Jangan biarkan Gaza berjuang sendirian. Sungguh kaum muslim dunia ini milyaran jumlahnya, namun kenapa yang milyaran tersebut tidak bisa mengusir Zionis dari tanah para Nabi dan Rasul ini?

Ternyata akar masalahnya bukan dari milyaran atau sedikitnya jumlah, namun terletak pada sistem yang diberlakukan dalam kepemimpinan. Oleh karena itu, kaum muslim wajib memahami politik agar mampu melihat secara mendalam realita konflik yang ada di Palestia.

Faktanya 50 negeri muslim hari ini tidak tergerak untuk melakukan pembelaan nyata dalam rangka pembebasan Palestina. Mereka hanya bisa mengecam dan melakukan diplomasi yang tidak memberikan hasil pasti terhadap warga Palestina. Mereka yang melakukan perundingan demi perundingan, namun di sana warga Palestina terus dihabisi tanpa ampun. 

50 negeri muslim sudah terbelenggu oleh sekat nasionalisme yang telah mengikis ukhuwah Islamiah. Mereka tidak memahami makna hakiki persaudaraan sesama muslim padahal Rasulullah saw. mengibaratkan:

"Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut merasakan, tidak bisa tidur dan demam." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari apa yang disabdakan Rasulullah tersebut seharusnya seorang muslim terlebih para pemimipin, harus memiliki sikap saling menjaga dan melengkapi, nyatanya keberadaan sekat nasionalisme mampu membelenggu persaudaraan sesama muslim, sehingga rasa ukhuwah hilang dan tidak memberikan bantuan nyata dengan mengerahkan militer yang ada di negeri-negeri kaum muslim untuk berjihad fii sabilillah.

Pembebasan Palestina butuh ukhuwah islamiah hakiki berupa persatuan muslim sedunia untuk berjihad. Ukhuwah ini hanya terwujud dengan Khilafah yang merupakan institusi pemersatu umat.

Khilafah adalah sebuah sistem pemerintahan yang dipimpin oleh seorang kepala negara yang disebut Khalifah. Ia merupakan kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslim dan non muslim di dunia, untuk menjalankan hukum Allah (syariat) di dalam seluruh aspek kehidupan, dan menyebarkan Islam ke seluruh dunia dengan dakwah dan jihad.

Jihad wajib ditegakan ketika ada kezaliman seperti yang dilakukan oleh Zionis terhadap warga Gaza. Maka seorang pemimpin (Khalifah) akan mengerahkan militernya untuk menunaikan apa yang telah diwajibkan oleh syariat. 

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman :

 "Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) jangan melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.".. 
(Q.S Al-Baqarah : 190)

Khilafah merupakan junnah (pelindung) bagi siapapun baik muslim ataupun non muslim dari kejahatan. Ia akan senantiasa menjaga martabat dan harkat setiap orang-orang yang berada dibawah perlindungannya dari musuh. 

Khilafah akan menghentikan pendudukan dan genosida Zionis terhadap Palestina dan mengembalikan tanah Palestina pada pemiliknya, sekaligus me-riayah (mensejahterakan) warga Palestina agar bisa hidup mulia. 

Sudah seharusnya ini menjadi agenda utama (qadhiyah masiriyah) umat Islam hari ini. Kaum muslim bersatu dan membuang jauh sekat nasionalisme, untuk mengembalikan penegakan Khilafah yang akan mengerahkan militer di dunia Islam. Sehingga apa yang diwajibkan Allah terwujud berupa jihad fii sabilillah, sehingga Palestina terbebas dan mampu menjalani hidup dengan tenang, damai tanpa adanya ancaman dari musuh Islam. Juga mampu menghilangkan entitas Zionis. Wallahu a'lam bissawab.[]

Posting Komentar

0 Komentar