(Kontributor Vivisualiterasi Media)
Diklaim sebagai demo terbesar sepanjang sejarah Amerika, Tak kurang dari 8 juta penduduk Amerika terkonsentrasi di berbagai tempat di AS. Mengejutkan, sebagai negara adidaya dengan kontrol hampir menjangkau berbagai aspek diseluruh dunia melalui mata uangnya. Bahkan nyaris seluruh pemimpin Amerika yang pernah ada memiliki kebijakan yang dapat mempengaruhi kondisi global termasuk Donald Trump.
Sebagai negara pengemban ideologi kapitalisme murni yang menjunjung tinggi nilai berbagai kebebasan, bersuara di muka umum sangatlah wajar. Sebab ideologi kapitalisme berpendapat siapa saja memiliki ruang untuk berekspresi. Menariknya adalah, sikap individualisme yang lahir dari jaminan kebebasan yang dianut oleh ideologi kapitalisme di Amerika. Kebijakan kebijakan domestik maupun luar negeri yang diambil oleh presiden Amerika Donald Trump seringkali menuai kontroversi serta dianggap merugikan warga dan negara. Publik Amerika rupanya telah jengah melihat sepak terjang dan keputusan sembrono Trump.
Kondisi memanas yang terjadi di Timur Tengah pasca serangan AS terhadap Iran tak luput dari dampak strategi Amerika (baca: Trump) dan pengaruhnya yang ingin memperkuat dominasi kawasan melalui penguasaan selat Hormus secara mutlak. Namun kali ini cara licik Amerika membangun tameng kekuatan dengan menghimpun banyak negara termasuk negara muslim dalam BoP tak berjalan sesuai rencana, terbukti Malaysia dengan tegas menyatakan penolakan terhadap BoP dan ART yang digagas pemimpin AS. Terlebih berbagai ketimpangan banyak terdapat dalam poin perjanjian dagang sebagai konsekuensi keanggotaan BoP. Tentu ini banyak menuai kritik dari masyarakat pada beberapa negara anggotanya termasuk Indonesia.
Masyarakat Indonesia sendiri sangat menyayangkan keputusan presiden Indonesia untuk bergabung dalam organisasi Dewan Perdamaian pimpinan Trump. Sebab siapapun dapat mengetahui siapa yang juga memiliki andil di balik lenyapnya kedamaian serta tewasnya puluhan ribu warga Gaza mulai tahun 2023. Terlebih niat busuk dibalik BoP bertujuan pada penandatanganan Agreement Reciprocal Tarif (ART) yang mengandung unsur keharusan bagi Indonesia melepaskan kedaulatan perdagangannya demi kepentingan Amerika. Maka hampir pasti perdamaian atau keuntungan setara yang dijanjikan adalah kebohongan besar atau BoP hanya topeng muslihat yang membungkus rencana besar demi keuntungan Amerika dan sekutunya saja.
Salah Langkah
Keputusan Donald Trump yang ingin menunjukkkan keberpengaruhannya dengan menyerang Iran dinilai sebuah tindakan bodoh dan gegabah. Sebab, akibat serangan yang menewaskan pemimpin Iran tersebut justru telah membuka mata Iran untuk membalas langkah Amerika dengan menggempur “teman mainnya” yakni Isr43l dan beberapa wilayah negara arab yang bersedia ditempati pangkalan militer AS dengan imbalan janji perlindungan secara penuh. Serangan balasan Iran terbukti mampu membuat Amerika kewalahan secara strategi maupun persenjataan. Hal inilah yang mendasari protes besar melanda seluruh Amerika.
Sebab keterlibatan negara adidaya dalam serangan terhadap Iran tersebut dinilai makin menambah jumlah hutang nasional negara hingga tembus USD 39 triliun atau sekitar 669 triliun rupiah. Jika hal ini tetap berlanjut maka bisa dipastikan negara Amerika berada pada ambang kebangkrutan dan berujung berkurangnya pengaruh kekuatan Amerika di mata global. Karenanya tuntutan agar Donald Trump segera mundur semakin menguat melalui protes dengan tajuk “No King’s”. Arogansi pemimpin Amerika terhadap kaum muslim sekiranya telah menjadi racun bagi dirinya. Tinggal menunggu waktu ketika negara negara arab menyadari bahwa selama ini mereka telah menjadi sapi perah bagi penjajah. Jika saat itu tiba maka Amerika akan benar benar kehilangan sebagian sumber ekonomi serta bersiap menghadapi keruntuhan permanen. Semua terjadi hanya karena ambisi gila individu yang sejak awal memiliki sentimen etnis dan golongan terkhusus pada kaum muslim seluruh dunia.
Tetap Fokus pada Permasalahan Utama
Jika dilihat secara sepintas permasalahan BoP dengan ART- nya, konflik antara Iran, Israel dan Amerika atau Permasalahan Palestina terkesan permasalahan yang terpisah. Namun tetap ada garis penghubung tajam pada ketiga permasalahan tersebut, yakni pelaku utama ketiganya adalah entitas Barat. Demikian pula sasaran dari ketiganya tetaplah kaum muslim. Perekrutan Indonesia dan negara yang tergabung dalam keanggotaan Dewan Perdamaian ala Trump hanya berfungsi sebagai pundi pundi yang menjaga stabilitas ekonomi AS demi menunjang kelancaran agenda besarnya bersama Zioni5. Sedang konflik yang diciptakan AS terhadap Iran sejatinya dimaksudkan untuk lebih menunjukkan hegemoninya kepada negeri muslim bahwa merekalah penguasa dunia. Serangan Militernya terhadap wilayah Arab dan kaum muslim Gaza guna memuluskan langkah Israel membangun “New Gaza”. Meski faktanya Iran bukanlah lawan yang enteng bahkan terkesan Iran mampu memegang kendali pertempuran bahkan melemahkan perekonomian AS.
Pada konflik kali ini AS telah mempertaruhkan sebagian besar yang mereka miliki. Persenjataan canggih, opini digital serta trik trik kotor dengan melibatkan negara negara di kawasan teluk, Namun keinginan AS untuk memiliki kendali penuh terhadap Iran tetap menuai kegagalan. Sedang konflik Gaza merupakan program yang dijaga untuk tetap ada selama warga Gaza masih melakukan perlawanan atau belum lenyap seluruhnya. Hal ini dibuktikan dengan adanya UU tentang hukuman mati bagi tahanan Politik Israel ataupun warga Gaza yang menghambat rencana zioni5t mendirikan Israel raya. Undang Undang baru yang disahkan 30 Maret 2026 dapat dipastikan merupakan langkah bengis Israel menjalankan genosida terang-terangan, legal dan terbuka. Dan akan tetap berjalan dengan aman jika kaum muslim diam seluruhnya. Sebab itu, fokus dalam memahami permasalahan utama amatlah penting bagi langkah perjuangan kaum muslim.
Yang Harus Dilakukan
Mewaspadai agenda Barat terhadap negeri negeri muslim harus tetap dilakukan baik oleh individu muslim ataupun kelompok dakwah ideologis. Terlebih upaya Barat dalam menguasai negeri muslim bukanlah rencana yang dijalankan mulai setahun atau dua tahun lepas. Sejatinya ini adalah rencana besar yang dimulai sejak Barat mulai mencium aroma perpecahan pada tubuh kaum muslim pada abad ke-11 Masehi atau 600 Hijriyah dan benar benar terealisasi saat institusi Islam yang berfungsi sebagai tameng terakhir di Turki benar benar diruntuhkan barat. Tinggallah Islam yang tetap berkembang pesat keseluruhan dunia namun keberadaanya ibarat jasad tanpa ruh. Membiarkan segala macam serangan pemikiran maupun fisik menimpa tubuhnya tanpa ada tameng yang melindungi. Gaza ibarat salah satu anggota tubuh yang tersakiti tanpa ada upaya tepisan dari anggota tubuh lainnya. Membiarkannya berjuang sendiri di tengah riuh rendah kaum muslim dengan kepentingan masing masing.
Pelajaran besar yang dapat diambil, betapa pentingnya jika kaum muslim mampu fokus pada tujuan utama yang sama. Menyamakan perasaan, pemikiran, bernaung di bawah aturan yang sama yakni aturan Allah. Takkan terjadi ketimpangan perjanjian dagang antara Indonesia dan Amerika andai pemimpin negeri ini memahami pentingnya penerapan hukum Islam yang di dalamnya tertera ketentuan perjanjian dengan suatu kaum. Perlakuan semena-mena Amerika terhadap Iran takkan ada, andai seluruh kaum muslim memahami tujuan serta tugas utama dakwah seorang hamba bagi eksistensi Islam sebagai Ideologi, nestapa terhadap Gaza takkan berlangsung lama andai kaum muslim bersatu dalam pemikiran yang sama, mampu mengenali berbagai jenis pemahaman batil yang dapat menghancurkan serta memecah belah persatuan umat.
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ
“Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya, ”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah bersabda, ”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya, ”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata, ”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
Hadis yang menekankan dengan jelas pentingnya persatuan dalam tubuh kaum muslim. Persatuan akan terealisasi dengan utuh jika kaum muslim berada dalam satu pemikiran, perasaan dan diikat oleh aturan atau hukum yang sama. Namun butuh satu wadah yang berfungsi sebagai payung dalam menerapkan hukum yang akan diterapkan atas masyarakat. Sebuah institusi yang akan mengadopsi hukum secara kafah dalam bingkai Khilafah Islam.
Demonstrasi besar-besaran yang terjadi di AS adalah gambaran ketika kezaliman telah mampu diindera oleh seluruh manusia. Secara alami mereka menyuarakan penolakan pada kebijakan yang dinilai salah. Di sinilah peran penting sentuhan kelompok dakwah kepada Ideologi Islam. memanfaatkan momentum geliat kebangkitan melalui kesadaran alami pada ketidakadilan. Untuk kemudian membimbing mereka pada kesadaran yang benar. Kesadaran akan pentingnya penerapan aturan Islam dalam kehidupan manusia. Aturan yang akan membawa manusia pada ketentraman jiwa, kepuasan akal serta sesuai fitrah. Dalam Islam, tersedia aturan sempurna untuk memilah baik buruk, benar salah sesuai standar syariat Islam, agar semua perbuatan bukan sekedar perbuatan namun memiliki nilai ibadah. Islam membolehkan bahkan mewajibkan koreksi atas kebijakan penguasa. Karenanya Islam memastikan bahwa siapa saja yang memegang amanah kepemimpinan harus berjalan dalam koridor syariat. Sebab aturan Islam jika diterapkan dalam bernegara akan mampu memelihara akal, harta, serta menjaga jiwa manusia seluruhnya. Wallahua’lam bishowab.[AR]


0 Komentar