Subscribe Us

ISRA MIKRAJ, PINTU PERUBAHAN POLITIK IDEOLOGIS UMAT



#Popro (Pojok Propagandis)


Vivisualiterasi.com - Isra' Mikraj merupakan salah satu momentum penting dan istimewa bagi umat muslim di setiap tahunnya. Selain turunnya perintah sholat lima waktu, Isra Mikraj juga menjadi perjalanan agung Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga sampai ke langit ke tujuh. Peristiwa ini kemudian diikuti dengan terjadinya Baiat Aqabah 2 yang menjadi gerbang pembuka hijrah dan cikal bakal terbentuknya negara Islam di Madinah. Hal ini menjadi jalan diterapkannya syariat Islam yang merupakan rahmat bagi seluruh dunia. Sayangnya, kini penerapan syariat tersebut harus terhenti setelah runtuhnya Kekhilafahan Utsmani 105 tahun yang lalu.

Melihat begitu suci dan agungnya Isra Mikraj yang berdampak pada peradaban Islam, seharusnya peristiwa ini tidak hanya dimaknai sebatas perayaan spiritual dan seremonial semata. Isra Mikraj memiliki makna yang lebih besar lagi bagi umat, yaitu terbukanya pintu perubahan politik secara ideologis. Runtuhnya Khilafah sejak seratusan tahun lalu menjadi isu penting yang harus disadari umat. Ditinggalkannya penerapan syariat Islam dalam naungan Khilafah merupakan bibit kedzaliman yang mengundang bencana di ranah politik, ekonomi, sosial, dan ranah kehidupan lainnya. Tanpa syariat yang mengatur, kehidupan manusia akan dikuasai oleh kebebasan dan keserakahan di bawah hegemoni Sekuler-Kapitalisme. 

Oleh karena itu, sudah semestinya Isra Mikraj menjadi momentum yang membangkitkan ghirah umat untuk mengembalikan kebangkitan Islam pada level yang lebih serius. Dalam perjuangan ini, dibutuhkan adanya kepemimpinan global yang jauh dari pengaruh hegemoni Sekuler-Kapitalisme. Dengan begitu, penegakan Khilafah merupakan hal urgent yang harus disegerakan untuk mewujudkan kegemilangan Islam yang rahmatan lil alamin.[] Indah Puspasari, S.E (Aktivis Muslimah Jogja)

Posting Komentar

0 Komentar