Subscribe Us

MERDEKA!!!

Oleh Nisrina Nitisastro

Mereka bersepeda di sepanjang jalan
Sepanjang malam bertabur hujan garam

Anak lelaki kurus memeluk pinggang
"Aku lapar, Bapak.....dingin......"

Lelaki itu terdiam
Sudah dua hari mereka tak jumpa makan
sementara jalan ini entah berujung di mana
dan kapan

"Bapak, lihat! Ada cahaya di sana!"
"Tidak ada cahaya apa-apa di sana!!" bentaknya.
"Jangan mimpi!!!"

Anak itu tidak bermimpi dan ia tahu
Tapi hujan telah menggarami luka-luka
Tubuhnya penuh keropeng bagai keledai hina
.
Ingatannya mundur ke belakang
"Semahal apa harga merdeka?"
Kamu tak perlu membayarnya
Enam orang pemuda telah membayar dengan darahnya

"Tapi aku ingin melunasinya"
Kamu tak perlu melunasinya
Seorang penipu telah merampok dengan 78 triliunnya

"Tapi aku ingin merdeka!!!"
Orang di hadapannya menatap satu-satunya anaknya 
Harta berharganya
Seharga anaknya? 

"Bapak, aku lapar......"
Ia mengayuh sepedanya kian cepat
Menerobos hantu dan mimpi-mimpi
Ditantangnya seratus dewa

Di dadanya berkecamuk amarah
Merdeka hanya seonggok nasi
dimakan jadi tai! 
"...dan mereka merayakan dengan pesta gempita..."
rutuknya dalam hati

Di sebuah ceruk kecil ia berhenti
Diturunkannya anaknya
Direbahkan di tanah
Menggigil, lapar, bernapas satu-satu

Sementara hari kian malam
dan hujan menggarami luka-luka


Di tengah euforia parade kemerdekaan 17 Agustus 2022

Posting Komentar

0 Komentar