Subscribe Us

KARHUTLA BUKTI KEJAHATAN KAPITALIS



 #Popro (Pojok Propagandis)


Vivisualiterasi.com - Sudah berjalan lebih dari tiga bulan, sejak terjadi pertama kali pada bulan Juni 2026, namun tidak ada komitmen nyata dari penguasa terkait penanganannya. Hanya untuk menaikkan status menjadi bencana nasional saja, penguasa tidak berkenan.

Berita tentang karhutla bukan hanya menjadi masalah nasional, tetapi juga menjadi masalah Asia Tenggara karena dampaknya. Asap yang disebabkan oleh karhutla sendiri sudah masuk ke Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Hal ini sudah sangat mengkhawatirkan, bahkan sudah banyak pemberitaan tentang kondisi warga Kalimantan yang mengalami penyakit akibat asap yang terlalu banyak. Sementara itu, fakta bahwa tanah gambut yang tidak bisa dipadamkan seolah menjadi kembang api tahunan yang dirayakan oleh para kapitalis, yang sebenarnya sudah dicatat siapa saja yang terlibat di dalam pembakaran hutan itu.

Meski begitu, penguasa sepertinya pongah ketika menghadapi para kapitalis itu sendiri. Lalu, ke mana rakyat harus berlindung? Di dalam kapitalisme, rakyat tidak punya tempat berlindung sama sekali. Rakyat selalu disalahkan ketika protes atas karhutla, atas bencana yang lambat ditangani, dan selalu disalahkan atas tuntutan yang merupakan hak mereka. Sangat berbeda dengan negara dengan sistem Islam yang jelas menjadikan rakyat sebagai prioritas utama. Jika pada akhirnya rakyat bukanlah prioritas utama, mengapa kita masih bertahan di dalam sistem ini?[] Aubi Atmarini Aiza (Novelis)

Posting Komentar

0 Komentar