#Popro (Pojok Propagandis)
Vivisualiterasi.com - Beberapa waktu ini Indonesia dilanda beberapa bencana alam, salah satunya adalah gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Meskipun warga segera diungsikan pascagempa, mirisnya banyak yang meninggal dunia dalam pengungsian. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total 142 orang meninggal dunia, dengan rincian 48 orang meninggal akibat dampak langsung gempa dan 94 orang meninggal saat berada di pengungsian.
Dari data yang dipaparkan BNPB tersebut, lebih dari separuh korban gempa NTT meninggal setelah berada di lokasi pengungsian, sedangkan ribuan warga lainnya masih menghadapi dampak bencana berupa luka-luka, kerusakan rumah, serta terganggunya berbagai fasilitas umum.
Terbatasnya fasilitas umum dan minimnya layanan medis menjadi salah satu pemicu banyaknya korban jiwa. Hal tersebut memperlihatkan lemahnya sistem penanganan pemerintah terhadap korban gempa bumi. Peran negara sebagai raa'in dalam sistem sekuler tidak berfungsi optimal sehingga menyengsarakan rakyat, bahkan bagi yang tengah tertimpa bencana.
Berbeda dengan Islam yang wajib melindungi tiap jiwa, sistem kesehatan dalam Islam ditopang oleh sistem ekonomi Islam dan sistem keuangan Islam yang menjamin pemenuhan kebutuhan individu rakyat secara optimal dan maksimal. Islam akan mewajibkan penguasa untuk menjamin kesejahteraan umatnya. Melindungi umatnya seoptimal dan semaksimal mungkin hingga tercapai seluruh kebutuhannya.[] Fitria Al Askan


0 Komentar