(Aktivis Muslimah)
Mengawali tahun baru 1448 Hijriah,setiap muslim penting untuk melakukan evaluasi.Bukan hanya terhadap diri sendiri melainkan juga terhadap kondisi umat hari ini seperti berkumpul ekonomi terstruktur.Riba jadi tulang punggung, utang jadi alat penjajahan, SDA dirampok, kehancuran moral dan sosial zina di legalkan, perundungan makin tumbuh subur, Palestina hingga kini masih terjajah dan negeri-negeri muslim lainnya.
Fakta diatas merupakan sedikit sekali yang dipaparkan oleh penulis. Ada banyak kerusakan yang terjadi mulai dari unit terkecil yaitu keluarga,masyarakat hingga pada level tertinggi yaitu negara. Semua ini terjadi karena sekularisme atau sering disebut dengan perpecahan agama dari kehidupan. Kita hidup ditengah sistem yang mendorong manusia mengejar dunia secara totalitas dan menjadikan akhirat sebagai selingan.
Kaum muslimin tidak pernah mengalami kemunduran dari posisinya sebagai pemimpin dunia selama tetap berpegang teguh pada agamanya. Kemunduran kaum Muslimin mulai tampak tatkala mereka meninggalkan dan meremehkan ajaran ajaran agamanya, membiarkan pemahaman barat bercokol dalam benak mereka.
Kita di hadapkan pada secara ekonomi, menurut Laporan Bank Dunia tahun 2000, dari 57 negara Muslim, 29 termasuk negara berpendapatan rendah atau terkategori miskin, 16 pendapat menengah ke bawah, delapan pendapat menengah ke atas dan hanya empat yang termasuk negara berpendapatan tinggi.
Padahal sebagian besar negeri Muslim kaya akan sumber daya alam. Indonesia, misalnya, kaya dengan tambang mineral seperti nikel dan emas. Ironinya, Bank Dunia melaporkan bahwa 60,3% penduduknya miskin. Seperti di Papua. Di sana PT Freeport sudah mengeruk ribuan ton emas sejak tahun 1967. Ironinya, semua propinsi di Papua termiskin secara nasional.
Di luar negeri, yang paling memilukan, darah umat dengan sangat murah ditumpahkan oleh kaum kafir. Hari ini di Gaza, jumlah korban meninggal akibat genosida Zionis Yahudi sudah menembus di atas angka 55 ribu jiwa. Ratusan ribu anak-anak cacat. Lebih dari dua juta penduduk terancam kelaparan akibat blokade kaum zionis.
Alih-alih bersatu dan memberikan pertolongan, para penguasa Muslim malah bersekutu dengan imperialis Barat dan Zionis Yahudi. Mereka berkhianat. Mereka malah memfasilitasi kebutuhan AS dan Zionis Yahudi untuk menyerang Palestina dan Iran. Tidak ada lagi persatuan. Umat terpecah-belah.
Sebaliknya, kaum Muslim yang berjumlah lebih dari dua miliar tidak mempunyai pelindung yang sama sekali. Padahal sebagian besar negeri Islam memiliki kekuatan dan kekuatan militer yang kuat. Namun, tak ada satu butir peluru yang ditembakkan ke arah Zionis Yahudi untuk membela saudara seiman.Beginikah sikap para penguasa Muslim?
Biang dari semua ini adalah Sekularisme, yang memisahkan agama dari kehidupan menyebabkan manusia mengabaikan kekuasaan Allah SWT,meragukan rezekinya,enggan bertwakal kepada-Nya dan malah bersandar pada manusia yang lemah. Kapitalisme menciptakan kesenjangan sosial yang dalam,eksploitasi sesama manusia,mendorong perilaku individualisme.
Hijrah dan Kekuasaan
Muhasabah hukumnya fardhu atas setiap Muslim. Ini, antara lain, berdasarkan firman Allah SWT:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah. Hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah dia buat untuk Hari Esok (Akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahatahu atas apa yang kalian kerjakan (TQS al-Hasyr [59]: 18).
Ibnu al-Qayyim rahimahullah berkata, “Ayat ini menunjukkan kewajiban muhasabah terhadap diri sendiri. Artinya: ”Hendaklah setiap orang memperhatikan amal-amal yang telah dia persiapkan untuk Hari Kiamat; apakah berupa amal salih yang dapat menyelamatkan dirinya ataukah perbuatan dosa yang dapat mencelakakan dirinya?”
Ibnu al-Qayyim kemudian mengutip Al-Hasan al-Bashri rahimahullah yang berkata, “Sesungguhnya seorang hamba akan selalu berada dalam kebaikan selama ia memiliki penasihat dari dirinya sendiri dan muhasabah (introspeksi diri) menjadi bagian dari perhatiannya.”
Siapa saja yang obyektif menyiarkan keadaan umat pada hari ini akan menyaksikan betapa mereka hari ini sangat terpuruk.Hampir dalam semua kaum Muslim yang terbelakang, tertinggal dan tertindas oleh umat-umat lain.
Dari sini, penting bagi umat ini untuk merefleksikan kondisi sekarang dengan sejarah mereka. Tentu agar umat menemukan jalan keluar dari keterpurukan ini. Sesungguhnya bukan tanpa alasan Khalifah Umar bin al-Khaththab ra. Penetapan awal Kalender Hijrah dimulai dari peristiwa Hijrah Nabi saw.
Akan tetapi, kita akan menghitung penaggalan berdasarkan Hijrah Rasulullah. Ini karena sesungguhnya hijrah beliau telah memisahkan antara kebenaran dan kebatilan.
Hijrah Rasulullah saw. dari Makkah ke Madinah merupakan peristiwa penting yang mengubah wajah umat Islam saat itu. Umat awalnya tertindas dan teraniaya di Makkah selama 13 tahun. Setelah hijrah ke Madinah dan menegakkan tatanan masyarakat yang Islami dalam sebuah negara, mereka berubah menjadi umat yang mulia, kuat dan bersegani.
Inilah makna hijrah yang hakiki.Hijrah berarti keluar dari wilayah yang menerapkan hukum-hukum kufur menuju wilayah yang menerapkan hanya hukum-hukum Islam
Hijrah Nabi saw. bersama para Sahabat bukanlah melarikan diri dari persoalan. Dengan hijrah, mereka justru menemukan solusi dengan membangun kekuatan dan kekuasaan yang melindungi agama ini.
Wahai kaum Muslim! Tidakkah Anda menyadari bahwa musibah demi musibah yang deras menimpa umat terjadi akibat ketiadaan kekuasaan Islam yang menolong umat ini?penguasa kita hanya tidak lain menjadi boneka Barat dan menerapkan aturan hidup yang batil. Mereka mengajak umat untuk berevolusi dari Islam menuju aturan hidup jahiliah: sistem demokrasi, paham nasionalisme dan ideologi sekularisme-kapitalisme. Padahal Allah SWT telah mengingatkan akibat yang diingatkan dari ajaran Islam:
وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُۥ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ أَعْمَىٰ
Siapa saja yang diubah dari peringatan-Ku (al-Quran), sungguh bagi dia penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkan dirinya pada Hari Kiamat dalam keadaan buta (TQS Thaha [20]: 124)
Karena itu mari kita ikuti apa yang telah dilakukan penghulu umat ini, Rasulullah saw., bersama para Sahabatnya yang mulia. Mereka hanya menjalankan dan menerapkan syariah Islam dalam institusi kekuasaan Islam. Allah SWT pun memberi mereka kemuliaan dan pertolongan atas sikap mereka. Demikian sebagaimana janji-Nya:
Jika penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. Karena itu Kami menyiksa mereka disebabkan oleh apa yang mereka buat itu (TQS al-A'raf [7]: 96).
Oleh karena itu mari kita jadikan momentum 1 Muharram 1448 Hijriyah sebagai bulan untuk menyambut kemenangan dan juga melanjutkan kembali kehidupan Islam.
Semoga Allah menjadikan kita bagian dari orang-orang yang datang kemengan tersebut.Tentu dengan menjadikan Al-Qur'an dan Assunnah sebagai pedoman hidup dari semua Aspek kehidupan .
Wallahu a'lam bish-shawab


0 Komentar